Puisi  

Aku dan Tuhan

Ilustrasi

Karya: Aditya Fenra

Bisikan setengah sendu menaung di telinga ku
Bak kala teguran maut di terpa rindu
Lidah ku memaksa untuk meragu, namun kau ciptakan kalbu untuk ku.

Engkau sirat kan aku menyembah mu, nafsu ku bungkam waktu itu
Ku bantah segalanya perihal dirimu, namun kau memaafkan tubuh ku

Di jeruji sepi, Bagaikan filsafat rindu engkau siksa diriku
Terombang ambing ruh ini tatkala itu, kau paksa diriku untuk menyentuh kalbu

Cinta mu untuk diriku bagaikan penyiksa nafsu, kau renggut segalanya yang ku mau
Melalui dinginnya rindu. Engkau beri aku kesempatan mengenal mu.

Ku simpuh dirimu hangat bak kalam mu, ku tertatih merintih hal itu.
Menuliskan kenikmatan yang kau janjikan untuk ku wahai tuhan ku.

Kini ku buat janji diantara aku dan engkau
Beri aku segala indah mu, beri segalanya yang patut bagi hamba mu, diri ku.

Dari pemberian mu itu, aku tau bahwa engkau masih mengakui yang hina ini sebagai penyembah mu.

Sang hamba yang berdosa, di setiap semilir indah mu yang merindukan ku.

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...