Batu Giok 5.000 Ton yang Ditemukan di Nagan Raya akan Digunakan untuk Bangun Masjid

Giok 5000 Ton
Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan bersama Wabup Raja Sayang dan Ketua DPRK Mohd Rizki Ramadhan meninjau temuan batu giok seberat 5.000 ton di kawasan Kecamatan Beutong, kabupaten setempat, Kamis (23/10/2025). (Foto: Dok Pemkab Nagan Raya)

Sukamakmue. RU – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berniat memanfaatkan batu giok seberat 5.000 ton yang baru ditemukan di Kecamatan Beutong, untuk melanjutkan pembangunan masjid giok di kabupaten tersebut.

“Seluruh batu giok yang ditemukan ini akan dikelola untuk kepentingan masyarakat luas dan kemaslahatan umat,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan, dikutip Sabtu (25/10/2025).

Ia mengatakan, penemuan batu giok berukuran besar ini, semakin memperkuat niat Pemkab Nagan Raya untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Giok di Nagan Raya.

Masjid Agung Baitul ‘Ala atau Masjid Giok Aceh ini memang sejak awal dirancang menggunakan batu giok asli sebagai bahan utama pada bagian luar dan dalam bangunan.

Namun, saat ini pembangunannya terhambat karena material batu giok yang semakin sulit didapat.

Dengan ditemukannya cadangan giok baru ini, diharapkan penyelesaian pembangunan masjid yang menjadi ikon di Aceh itu dapat segera terwujud.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...