Aceh  

Mualem Minta Kaji Ulang Barcode BBM, Ini Jawaban Pertamina

Barcode BBM
Ilustrasi - Seorang pengemudi menunjukkan barcode saat mengisi BBM subsidi di SPBU. (Foto: kontan.co.id)

Banda Aceh. RU – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta pihak Pertamina mengkaji ulang penerapan barcode dalam pengisian BBM bersubsidi di Aceh.

Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan dengan PT Pertamina Sales Area Manager Retail Aceh, di Banda Aceh pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Dalam pertemuan itu, Muzakir Manaf menyatakan terus berusaha agar untuk Aceh tidak lagi menggunakan barcode, mengingat banyak masyarakat yang tak bisa mengisi BBM hanya karena belum mempunyai QR Code tersebut.

“Karena banyak masyarakat yang tidak bisa mengisi BBM hanya karena tidak ada barcode,” ujar Mualem dalam pertemuan itu.

Terkait permintaan ini, pihak PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut menyatakan bahwa mereka hanya pelaksana program pemerintah terkait penerapan barcode dalam pengisian BBM bersubsidi di Aceh, sehingga tidak bisa menyimpulkan kebijakan apapun mengenai hal tersebut.

“QR Code itu memang inisiasinya dari pemerintah, Pertamina sebagai operator pelaksana dari program pemerintah. Jadi, Pertamina melaksanakan ketentuan dari peraturan pemerintah,” ujar Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw dikutip Jumat (24/10/2025).

Fahrougi mengatakan, penerapan sistem barcode pengisian BBM bersubsidi ini dijalankan berdasarkan kebijakan pemerintah melalui Kementerian ESDM dan BPH Migas.

“Program ini dimaksudkan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi dapat diterima secara adil oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Kemudian, kepada masyarakat yang belum memiliki barcode, termasuk pemilik kendaraan baru, mereka tetap bisa dilayani melalui mekanisme pendaftaran langsung di SPBU, dan mendapatkan pendampingan oleh operator serta petugas lapangan.

“Jadi, pendampingan ini juga dimaksudkan untuk tidak ada masyarakat yang mengalami kendala dalam mengakses BBM subsidi selama proses registrasi berlangsung,” katanya.

Ia menegaskan, jika memang pemerintah Aceh ingin meninjau kembali perihal sistem barcode tersebut, maka dapat dilakukan konsultasi kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM dan BPH Migas.

“Karena ini program nasional yang diterapkan di seluruh Indonesia, Pertamina hanya mengikuti arahan pemerintah pusat,” demikian Fahrougi.(TH05)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...