Pemkab Aceh Barat Desak PT Magellanic Stop Sementara Operasi Tambang

Tarmizi SP MM
Bupati Aceh Barat, Tarmizi. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Meulaboh. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta manajemen PT Magellanic Garuda Kencana selaku perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kecamatan Sungai Mas, agar berhenti beroperasi sementara.

Alasannya, demi mencegah terjadinya aksi protes lanjutan dari masyarakat dan klaim pekerja asing terluka yang masih diragukan kebenarannya.

“Demi keselamatan, keamanan investor dan pihak asing, karena sedang ada dinamika yang terjadi saat ini, tolong hentikan dulu sebentar (aktivitas),” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi dikutip Sabtu (11/10/2025).

Penegasan ini ia sampaikan terkait adanya aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat yang melakukan aksi pelemparan batu ke sebuah kapal pengeruk emas yang terjadi pada Sabtu pekan lalu.

Tarmizi meminta pihak perusahaan agar dapat menahan diri dan tidak beraktivitas sementara waktu, sehingga situasi dan kondisi di lapangan pulih dan kondusif.

“Tolong berhenti dulu kerja. Nanti kalau ada apa-apa dengan pekerja asing, (bisa) heboh nanti di nasional hingga internasional,” kata Tarmizi.

Ia tidak mau nantinya Aceh Barat atau Indonesia dianggap tidak aman berinvestasi, terkait dengan situasi yang saat ini terjadi di Kabupaten Aceh Barat.

“Tolong, tolong pahami situasi seperti ini, ini kan bukan keadaan yang kita kehendaki,” katanya.

Bupati Tarmizi meminta kepada manajemen PT Magellanic Garuda Kencana agar dapat memahami dan harus peka dengan situasi seperti ini, agar dapat hentikan aktivitas pekerjaan sampai situasi kondusif.

Tarmizi mengatakan berdasarkan informasi yang dia peroleh, aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat yang terjadi pada Sabtu (4/10) pekan lalu yang melempar salah satu kapal pengeruk emas.

Aksi itu dilakukan karena masyarakat kecewa dengan pihak perusahaan yang terus melakukan eksploitasi emas tanpa menghiraukan kerusakan lingkungan.

Dia juga mengaku kecewa dengan pihak perusahaan yang mengabaikan protes dari masyarakat, karena sampai saat ini masih beraktivitas pasca aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengimbau kepada pihak perusahaan agar segera melengkapi sejumlah perizinan dan dokumen yang dibutuhkan, sehingga nantinya dapat melaksanakan aktivitas dengan baik.(TH05)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...