Kejari Aceh Besar Periksa 60 Saksi Kasus Korupsi SPPD

Tersangka Kasus SPPD
Dua tersangka tindak pidana korupsi SPPD saat di Kantor Kejari Aceh Besar, Jantho. (Foto: Dok Kejari Aceh Besar)

Jantho. RU – Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menyatakan sudah memeriksa sebanyak 60 saksi dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi surat perintah perjalanan dinas (SPPD) pada Inspektorat Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Besar Filman Ramadhan mengatakan puluhan saksi tersebut merupakan pihak terkait dengan SPPD pada Inspektorat Kabupaten Aceh Besar pada 2020 hingga Mei 2025.

“Sampai saat ini, penyidik sudah memeriksa dan meminta keterangan sebanyak 60 orang saksi. Puluhan saksi tersebut merupakan pihak terkait. Pemeriksaan saksi masih berlanjut,” katanya dikutip Selasa (30/09/2025).

Terkait total anggaran dan kerugian negara dalam pengelolaan SPPD, Filman Ramadhan mengatakan penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dari ahli. Total anggaran dan kerugian negara akan disampaikan setelah ada hasil audit.

“Sedangkan tersangka dalam perkara ini dua orang yakni berinisial Z dan J. Tidak tertutup kemungkinan ada penambahan tersangka sepanjang ditemukan bukti keterlibatan pihak-pihak lainnya dalam penyalahgunaan anggaran SPPD,” kata Filman Ramadhan.

Sebelumnya, penyidik Kejari Aceh Besar menetapkan Z selaku Kepala Inspektorat Kabupaten Aceh Besar dan J menjabat Sekretaris Inspektorat Kabupaten Aceh Besar sebagai tersangka tindak pidana korupsi SPPD tahun anggaran 2020 hingga Mei 2025.

Selain penetapan tersangka, penyidik juga menahan keduanya di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jantho. Penahanan kedua tersangka guna kepentingan penyidikan.

Filman Ramadhan mengatakan penetapan tersangka setelah penyidik menemukan alat bukti keduanya sebagai pihak bertanggung jawab dalam penyimpangan pengelolaan anggaran SPPD tersebut.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal Ayat (1) huruf a, b Ayat (2) dan Ayat (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. “Serta melanggar Pasal 3 Ayat (1) jo Pasal 18 Ayat (1) huruf a, b Ayat (2), Ayat (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” kata Filman Ramadhan.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...