Aceh Besar Akan Gelar Festival Seniman Masuk Sekolah dan Tunas Bahasa Ibu

Aceh Besar Akan Gelar Festival Seniman Masuk Sekolah dan Tunas Bahasa Ibu

Jantho. RU – Untuk menumbuhkan minat dan bakat serta kreativitas peserta didik di bidang seni budaya, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar akan menggelar Festival Seniman Masuk Sekolah dan Festival Tunas Bahasa Ibu.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Bahrul Jamil S.Sos M.Si, melalui Media Center Aceh Besar di Kota Jantho, Minggu (03/11/2024).

“Festival ini digelar dengan mengikutsertakan 645 peserta didik dari tingkat Sekolah Dasar hingga sekolah Menengah Pertama, serta melibatkan 73 sekolah di Aceh Besar,” sebutnya.

Ia menambahkan Festival yang bertujuan untuk menumbuhkan minat dan bakat serta kreativitas peserta didik di bidang seni budaya tersebut, akan dipusatkan di Lapangan Jl. Tgk. Chik Ditiro, Lapangan Bola Kaki Indra Alam, Kec. Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.

“Kedua Festival ini akan dilaksanakan selama empat hari, sejak tanggal 5 hingga 8 November 2024, dipusat Lapangan Bola Kaki Indra Alam, Indrapuri,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Aceh Besar, Cut Jarita Susanti, S.Pd mengatakan akan banyak sekali kegiatan yang akan digelar Pentas Seni hasil Karya Seni Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), diantaranya Pameran Seni hasil Karya Seni Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dan Nonton Bareng Film hasil Karya Seni Gerakan Seniman Masuk Sekolah.

Begitupun, Kabid Guru dan tenaga kependidikan Agus Jumaidi, S.Pd, M.Pd selaku penanggung jawab tunas bahasa ibu menambahkan untuk pelestarian bahasa Aceh melalui tunas bahasa ibu akan melakukan lomba untuk enam cabang.

“Lomba yang diadakan dengan memperebutkan hadiah menarik, yaitu lomba Buhak atau Mendongeng, Pidato, baca Hadih atau Puisi, Lagu Jameun berupa embang Tradisi, Calitra Paneuk dan Meucagoek seperti Stand Up Comedy,” ujar Agus.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memperkuat sikap, karakter, pengetahuan, serta wawasan generasi muda terhadap bahasa daerah, dan menjaga kelestarian bahasa, sastra, aksara, serta seni budaya lokal Aceh Besar di kalangan generasi muda, khususnya peserta didik jenjang SD dan SMP di Aceh Besar.(rel)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...