Setelah 2 Tahun Melarikan Diri, Pelaku Pencabulan Anak Diringkus Polisi

Setelah 2 Tahun Melarikan Diri, Pelaku Pencabulan Anak Diringkus Polisi

Idi. RU – Setelah dua Tahun menjadi burunan polisi, pelaku pencabulan terhadap anak berhasil ditangkap diwarung kopi, Saat diringkus tersangka tidak melakukan perlawanan.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi melalui Kasat Reskrim polres setempat, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat mengatakan, pelaku diamankan polisi berdasarkan Laporan Polisi nomor :LP/B/172/XII/2022/SPKT/POLRES ACEH TIMUR/POLDA ACEH tanggal 04 Desember 2022 serta Daftar Pencarian Orang (DPO) nomor:DPO/29/VI/Res.1.4./2023/Reskrim tanggal 27 Juni 2023.

Pelaku US (40) warga Blang Simpo, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur diduga melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak.

“Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Timur, berhasil mengamankan seorang pria berinisial US (40), warga Gampong Blang Simpo, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur yang diduga sebagai pelaku jarimah pemerkosaan dan atau jarimah pelecehan seksual terhadap anak,” kata Iptu Adi, Rabu (07/05/2025)

Tersangka, lanjut Adi tidak melakukan perlawanan saat ditangkap disebuah warung di Gampong setempat.

“Setelah anggota memperoleh informasi yang mana US diketahui berada di sebuah warung kopi di Gampong Blang Simpo, petugas bergerak cepat dan berhasil mengamankan US tanpa perlawanan,” ucap Kasat Reskrim.

Inspektur Polisi Satu Itu menerangkan, US sudah dua tahun menjadi daftar pencarian orang polres Aceh Timur dan melarikan diri setelah melakukan perbuatanya.

“Sudah dua tahun US ditetapkan sebagai DPO pelaku jarimah pemerkosaan atau jarimah pelecehan seksual terhadap anak, setelah kita menerima informasi bahwa US pulang dari pelariannya polisi langsung mengamankan pelaku,” terang Adi.

Atas perbuatannya, US disangkakan pasal 50 dan atau pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman Uqubat Ta’zir cambuk paling sedikit 150 kali, paling banyak 200 kali atau denda paling sedikit 1.500 gram emas murni paling banyak 2.000 gram emas murni atau penjara paling singkat 150 bulan, paling lama 200 bulan.

Ia juga menghimbau kepada para orang tua untuk melakukan komunikasi secara intens dengan anak dengan mengajarkan batasan yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak supaya untuk mencegah kasus pelecehan kepada anak di Aceh Timur tidak kembali terjadi.(HB012)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...