Derli dan Sultanul Bawa Nama Aceh di Asian Games Aichi-Nagoya

Atlet menembak asal Aceh, Derli Amalia Putri dan Sultanul Aulia Ma'ruf yang ikut memperkuat tim Indonesia pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Jumat 18 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/RSR12]

Banda Aceh. RU – Dua atlet menembak asal Aceh, Derli Amalia Putri dan Sultanul Aulia Ma’ruf, dipercaya memperkuat tim Indonesia pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Dukungan diberikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah sebagai bentuk perhatian Pemerintah Aceh kepada atlet daerah yang membawa nama Aceh dan Indonesia di ajang internasional.

Asian Games ke-20 berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Cabang menembak dijadwalkan berlangsung mulai 17 September hingga awal Oktober di Aichi Prefectural General Shooting Gallery.

Derli, atlet asal Langsa yang menekuni menembak sejak 2010, juga merupakan anggota Polri berpangkat Briptu di Polres Langsa.

Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, ia meraih emas 10 meter pistol mixed team, perak 10 meter air pistol putri beregu, dan perunggu 25 meter pistol putri.

Pada Kejurnas Menembak Multi Event 2024 dan 2026, Derli kembali meraih emas, perak, dan perunggu pada nomor 10 meter air pistol.

Sementara Sultanul, atlet asal Langsa yang kini berdomisili di Banda Aceh, menekuni menembak sejak 2018.

Ia meraih emas 10 meter pistol mixed team dan perunggu 10 meter air pistol pada PON 2024.

Pada SEA Games 2025 di Bangkok, Sultanul menyumbangkan emas 10 meter air pistol beregu dan perunggu.

Tahun 2026, ia meraih perunggu pada Asian Championship di New Delhi, perak 10 meter pistol team di 48th SEASA Shooting Championship di Taipei, serta perak 10 meter pistol mixed team pada Kejurnas Menembak Multi Event.

Cabang menembak Asian Games 2026 mempertandingkan 28 nomor yang mencakup rifle, pistol, dan shotgun.

Wagub Aceh berharap keikutsertaan Derli dan Sultanul dapat memotivasi atlet muda Aceh untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Dukungan pemerintah daerah, kata dia, juga penting agar atlet Aceh memiliki ruang lebih besar untuk berkembang dan menjadi bagian dari kekuatan olahraga Indonesia di ajang internasional.

Keduanya kini membawa dua nama di Aichi-Nagoya: Indonesia sebagai negara yang dibela dan Aceh sebagai daerah asal.(R10)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...