Besok, 50 Personel Disiagakan untuk Giring Gajah Liar di Bener Meriah

Kalaksa BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi. Sabtu 7 November 2026 [Dok. BPBD Bener Meriah/rahasiaumum.com]

Redelong. RU – Masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, diminta meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah saat petugas melakukan penggiringan kawanan gajah liar, Minggu, 8 November 2026.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), WWF, Tim Pengamanan dan Penggiringan Gajah (TPGL), aparatur kampung, serta masyarakat akan melaksanakan penggiringan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi kepada rahasiaumum.com, Sabtu (07/11/2026), mengatakan sebanyak 50 personel akan dikerahkan dan disebar ke seluruh kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan camat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), dengan pendampingan teknis BKSDA dan unsur terkait.

Jadwal tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas sektor yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pintu Rime Gayo, Jumat, 6 November 2026, dengan melibatkan BPBD, Forkopimcam, BKSDA, WWF, para reje kampung, dan TPGL.

Ilham mengimbau masyarakat tidak pergi ke kebun, mendekati lokasi keberadaan gajah, maupun melakukan aktivitas di sekitar jalur penggiringan.

Hal itu karena pergerakan kawanan gajah dapat berubah sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan warga.

“Jangan jadikan kegiatan penggiringan sebagai tontonan. Kami meminta masyarakat memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja. Keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada aktivitas ekonomi sementara. Kami berharap seluruh masyarakat mematuhi imbauan ini agar tidak terjadi korban,” kata Ilham.

BPBD juga meminta seluruh reje kampung segera menyosialisasikan jadwal penggiringan dan imbauan keselamatan kepada masyarakat melalui pengumuman kampung maupun saluran komunikasi lainnya.

Penggiringan dilakukan secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan manusia dan perlindungan satwa liar.

Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, serta tidak memasuki area penggiringan hingga dinyatakan aman oleh petugas.(BI09)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...