234 Keuchik Aceh Besar Ikuti Retret, Sekda Tekankan Integritas

Tampak Sekda Bahrul Jamil saat memeriksa barisan peserta apel penerimaan Retret 234 Keuchik se-Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 di halaman Bapalkes Kota Jantho. Minggu 8 November 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Jantho. RU – Sebanyak 234 keuchik dari 23 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar mengikuti retret kepemimpinan selama empat hari, 8-11 November 2026.

Kegiatan diawali dengan apel penerimaan peserta di halaman Balai Pelatihan Kesehatan (Bapalkes) Kota Jantho, Minggu (08/11/2026).

Apel dipimpin Sekretaris Daerah Aceh Besar Bahrul Jamil dan dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Jakfar serta para camat.

Bahrul mengatakan, retret tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab para keuchik dalam mengelola pemerintahan gampong.

“Seorang Keuchik tidak cukup hanya memiliki kewenangan dan kemampuan administratif, tetapi juga harus memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, sikap yang jujur, disiplin, adil, serta mampu menjadi teladan bagi perangkat gampong dan seluruh masyarakat,” kata Bahrul.

Menurut pria yang akrab disapa BJ itu, keuchik sebagai pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat harus mampu menghadirkan pelayanan yang baik, pengelolaan keuangan transparan, serta pemerintahan yang bertanggung jawab.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan keuchik merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Allah SWT.

Bahrul meminta peserta mengikuti retret dengan disiplin sekaligus membangun kebersamaan dan kerja sama antargampong.

“Tidak ada perbedaan antara Keuchik dari gampong besar maupun gampong kecil. Tidak ada sekat antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya. Di tempat ini, saudara-saudara adalah satu keluarga besar Keuchik Kabupaten Aceh Besar,” ujarnya.

Ia berharap para keuchik membawa perubahan nyata setelah retret, terutama dalam meningkatkan pelayanan, menjaga integritas, dan membangun kepercayaan masyarakat.

“Tanamkan tekad bahwa setelah mengikuti retret ini, saudara-saudara harus kembali ke gampong masing-masing dengan semangat baru, kepemimpinan yang lebih berintegritas, lebih profesional, lebih responsif, dan lebih bertanggung jawab terhadap masyarakat,” kata Bahrul.(IA02)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...