Kualasimpang. RU – Mengenalkan komunikasi radio sejak dini menjadi salah satu upaya membangun kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi keadaan darurat dan bencana.
Untuk tujuan tersebut, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Aceh Tamiang menggelar pelatihan pengenalan dan pengoperasian Handy Talkie (HT) bagi siswa SMPN 2 Karang Baru, Jumat, 6 November 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu merupakan bagian dari kegiatan kepramukaan di luar jam pelajaran.
Ketua ORARI Aceh Tamiang, Saiful Alam, kepada rahasiaumum.com, Sabtu (07/11/2026(, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memperkenalkan penggunaan alat komunikasi radio kepada kalangan pelajar.
Pelatihan dipandu oleh anggota ORARI Lokal Aceh Tamiang, Shadafi Wirajaya (YD6AAJ) dan Martobat (Camar).
Para siswa mendapatkan materi mengenai komponen HT, teknik dasar pengoperasian perangkat, serta etika berkomunikasi melalui frekuensi radio.
Shadafi menjelaskan, pengguna perlu mengenali fungsi setiap komponen sebelum mengoperasikan HT. Antena, misalnya, berfungsi menangkap dan memancarkan sinyal radio.
Karena itu, posisi antena dianjurkan tegak lurus agar penerimaan dan pancaran sinyal lebih optimal.
Siswa juga diperkenalkan dengan kenop power/volume untuk menghidupkan dan mematikan perangkat sekaligus mengatur suara, tombol PTT (Push-to-Talk) untuk berbicara, serta channel selector untuk memilih saluran komunikasi.
Agar dapat saling terhubung, seluruh pengguna harus berada pada saluran yang sama.
Selain memahami fungsi perangkat, peserta juga diajarkan etika berkomunikasi melalui frekuensi radio.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk menggunakan komunikasi radio secara tepat, khususnya ketika menghadapi situasi darurat maupun bencana.
Salah seorang siswi kelas 9.1, Qrhairha, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
Ia bahkan berkesempatan mencoba berkomunikasi langsung menggunakan HT dengan Martobat yang berada di lokasi berbeda.
Saiful berharap pengenalan komunikasi radio sejak dini dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kepedulian generasi muda terhadap kesiapsiagaan bencana.
“Kami berharap pengenalan komunikasi radio sejak dini dapat menumbuhkan kesadaran serta kesiapsiagaan generasi muda menghadapi kebencanaan,” ujar Saiful.(S04)













