Warga Alue Keujruen Butuh Boat Ambulans untuk Kondisi Darurat

Tampak Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman saat mengunjungi Gampong Alue Keujruen, dipedalaman Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Kamis 5 November 2026 [Dok. Biro Adpim Setda Aceh/rahasiaumum.com]

Tapaktuan. RU – Keterbatasan akses transportasi dan layanan kesehatan masih menjadi persoalan yang dihadapi warga di wilayah terpencil Aceh.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman saat mengunjungi Gampong Alue Keujruen, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (05/11/2026).

Istri Gubernur Aceh yang akrab disapa Kak Na itu menempuh perjalanan darat sekitar satu jam, dilanjutkan perjalanan menggunakan boat selama 2,5 jam untuk menemui warga sekaligus menyerap aspirasi mereka.

“TP PKK dengan 10 Program Pokoknya memiliki tugas yang tidak mudah. Jika hanya mengandalkan laporan dari bawah kita tak akan mendapatkan gambaran nyata tentang kondisi di daerah. Karena itu, terjun langsung merupakan salah satu upaya kita menghimpun berbagai informasi langsung dari masyarakat,” ujar Kak Na.

Dalam kunjungan bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Fitriani Taufik dan Ketua TP PKK Aceh Selatan Nafisah Mirwan itu, Kak Na meninjau PAUD Negeri Melati Kluet Tengah yang menumpang di SDN Mersak, termasuk progres renovasinya.

Rombongan juga meninjau pembinaan Gampong Mawaddah Warahmah, Puskesmas Pembantu, kebun tanaman obat keluarga (toga), serta pelaksanaan Posyandu.

Gampong Alue Keujruen dihuni 87 kepala keluarga atau 312 jiwa.

Dalam dialog bersama warga, salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan adalah boat ambulans untuk menunjang penanganan keadaan darurat medis.

“Tadi, masyarakat mengeluhkan sejumlah permasalahan. Salah satu yang paling mendesak adalah boat ambulance untuk kegiatan darurat. Boat ambulance sangat dibutuhkan, karena salah seorang warga pernah harus melahirkan di atas boat stempel karena keterlambatan penanganan,” kata Kak Na.

Kak Na mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah memesan boat khusus untuk membantu mobilitas warga, terutama dalam kondisi darurat.

“Alhamdulillah, kabar gembiranya, Bupati Aceh Selatan saat ini telah memesan boat khusus untuk warga di sana, ya seperti boat ambulance lah. Saat ini boat tersebut sedang dalam proses pengerjaan, Insya Allah segera selesai dan bisa dimanfaatkan oleh warga,” ungkap Kak Na.

Kak Na berharap kunjungan langsung ke wilayah terpencil dapat memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bahan untuk mendorong peningkatan pelayanan dan kesejahteraan warga.(R10)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...