Kepala Puskesmas Manyak Payed Tanggapi Keluhan Pasien soal Kebersihan Fasilitas

Kepala Puskesmas Manyak Payed, Rismawati menunjukkan kondisi selokan dengan genangan air masuk ke selokan luar halaman. Senin 2 November 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – UPTD Puskesmas Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, terus membenahi fasilitas pelayanan kesehatan yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

Meski sejumlah perbaikan telah dilakukan, keterbatasan tenaga kebersihan dan anggaran masih menjadi kendala.

Banjir bandang dan bencana hidrometeorologi saat itu menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan rusak dan tertimbun lumpur, termasuk Puskesmas Manyak Payed.

Kondisi tersebut sempat memunculkan keluhan keluarga pasien terkait kebersihan lingkungan dan kenyamanan fasilitas pelayanan.

Kepala UPTD Puskesmas Manyak Payed, Ns. Rismawati, S.Kep., saat ditemui Senin (02/11/2026), mengatakan pihaknya menerima masukan masyarakat dan terus berupaya melakukan pembenahan meski dengan anggaran terbatas.

“Meski anggaran terbatas, kami tetap berupaya melakukan pembenahan. Saya bahkan terpaksa menggunakan dana pribadi untuk membayar pekerja yang membersihkan lumpur dan saluran-saluran yang tersumbat,” ujar Rismawati.

Ia menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Camat Manyak Payed dan datok penghulu untuk membobol sebagian dinding pagar agar aliran air kembali lancar.

Perbaikan juga mendapat dukungan dari sejumlah dermawan dan PT Wijaya Karya (WIKA), termasuk penataan halaman menggunakan paving block dan pengecatan ulang bangunan.

“Keluhan masyarakat yang disampaikan kepada teman wartawan itu tampung dan merupakan kritikan kepada pihak kami. Tetapi sekarang sudah kondisi itu sudah berubah bagus karena sudah diperbaiki,” katanya.

Rismawati mengakui, banjir sebelumnya menyebabkan saluran WC dan kamar mandi mengalami kerusakan. Namun, menurut dia, kondisi fasilitas tersebut kini sudah membaik.

Terkait genangan air di selokan lingkungan puskesmas, ia menjelaskan persoalannya bukan berasal dari saluran internal yang tersumbat, melainkan parit besar di luar kompleks yang masih tertimbun endapan lumpur banjir.

“Parit besar diluar Puskesmas penuh dengan lumpur, jadi air dari luar yang malah masuk keselokan puskesmas dan menggenang,” jelasnya.

Selain itu, mesin generator set (genset) puskesmas juga belum dapat digunakan karena mengalami kerusakan sebelum banjir dan semakin parah setelah terendam lumpur.

Saat ini, Puskesmas Manyak Payed tetap beroperasi dengan dukungan empat dokter umum dan 18 tempat tidur rawat inap.

Namun, fasilitas tersebut hanya memiliki satu petugas kebersihan untuk menangani seluruh area gedung sehingga tenaga perawat terkadang harus ikut membantu membersihkan ruangan.

Mengenai keluhan keluarga pasien yang membawa kipas angin sendiri saat menjalani rawat inap, Rismawati menjelaskan seluruh ruang rawat inap kini telah dilengkapi pendingin ruangan atau AC.

“Sekarang setiap ruangan rawat inap sudah diberi fasilitas pendingin ruangan (AC), hanya beberapa pasien saja yang tidak mau menggunakannya, dengan alasan tidak tahan dengan dinginnya AC, maka itu diantara mereka ada yang membawa kipas angin dari rumahnya,” tutup Rismawati.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan tambahan tenaga kebersihan serta dukungan anggaran agar pembenahan fasilitas dan pelayanan kesehatan di Puskesmas Manyak Payed semakin optimal.(S04)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...