Distannak Aceh Besar dan USK Beri Layanan Kesehatan untuk Sapi Peternak

Suasana usai memberikan pelayanan kesehatan kepada sapi milik warga di Kecamatan Kuta Baro digelar Distannak Aceh Besar dan FKH USK. Selasa 27 Oktober 2026 [Dok. Distannak Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Upaya menjaga kesehatan dan produktivitas ternak masyarakat dilakukan melalui kolaborasi Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Aceh Besar dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala (USK).

Kedua pihak memberikan pelayanan kesehatan berupa pemberian obat cacing dan vitamin kepada sapi milik warga di Kecamatan Kuta Baro, Senin (26/10/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung di Gampong Cot Lamme, Lam Bunot Paya, dan Leupung Mesjid.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad USK dan Milad FKH USK, dengan melibatkan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distannak Aceh Besar serta civitas akademika FKH USK.

Kepala Distannak Aceh Besar drh Ade Kurniawan Abdy mengapresiasi kolaborasi tersebut karena memberikan manfaat langsung kepada peternak sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kesehatan hewan.

Pemberian obat cacing dan vitamin diharapkan membantu menjaga kesehatan sapi dan menunjang pengembangan usaha peternakan.

“Kami berharap kerja sama yang baik antara Dinas Pertanian Aceh Besar dan FKH USK dapat terus terjalin dan berkelanjutan. Kolaborasi seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pelayanan kesehatan hewan secara langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan ternak,” ujar Ade.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan dalam rangka peringatan milad, tetapi juga berlanjut melalui pembinaan di desa-desa sasaran.

“Keterlibatan mahasiswa kedokteran hewan dalam kegiatan lapangan juga memberikan nilai tambah, terutama sebagai sarana penerapan ilmu pengetahuan sekaligus pengalaman praktis dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, peternak memperoleh pelayanan kesehatan ternak secara langsung, sementara mahasiswa mendapat kesempatan menerapkan ilmu perkuliahan di lapangan.

Kolaborasi kedua pihak diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hewan, meningkatkan pengetahuan peternak, dan mendukung pengembangan sektor peternakan Aceh Besar secara berkelanjutan.(*)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...