Mayat di Perairan Simeulue Dibawa ke Abdya, Polisi Pastikan Identitas

Kasatpol Airud, Panglima Laot, dan personel TNI AL sedang menunggu boat membawa pulang mayat di Pelabuhan Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Abdya. Jumat 23 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Sesosok mayat ditemukan seorang nelayan asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di perairan Simeulue, Kamis, 22 Oktober 2026.

Jenazah tersebut kini dibawa menggunakan perahu nelayan menuju Pelabuhan Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Abdya, untuk diperiksa dan dipastikan identitasnya.

Kedatangan perahu yang membawa jenazah itu telah ditunggu sejumlah pihak di Pelabuhan Ujong Serangga pada Jumat (23/10/2026), di antaranya Panglima Laot Abdya T Indra Kusuma, Kasatpolairud Polres Abdya AKP Nurdi, dan anggota TNI AL Aris Munandar.

“Kita menerima informasi dari nelayan Abdya terkait penemuan sesosok mayat di perairan Simeulue pagi kemarin. Saat ini mayat tersebut sedang dibawa pulang menuju Pelabuhan Ujong Serangga,” kata T Indra Kusuma.

Indra mengatakan, jenazah tersebut semula diharapkan tiba pada Kamis pagi.

Namun, perahu nelayan yang menemukannya mengalami kerusakan sehingga pemulangan baru dapat dilakukan pada Kamis sore.

Ia menduga jenazah itu merupakan Syahrul (40), warga Tanjung Bale, Asahan, Sumatera Utara, yang dilaporkan hilang saat melaut pada Senin, 19 Oktober 2026.

Dugaan tersebut didasarkan pada kesamaan pakaian yang dikenakan jenazah dengan keterangan mengenai korban.

“Dugaan kita, mayat tersebut merupakan warga yang berangkat melaut bersama nelayan Abdya dan dilaporkan hilang pada Senin lalu,” ujar Indra.

Secara terpisah, Kasatpolairud Polres Abdya AKP Nurdi membenarkan pihaknya menerima laporan kehilangan Syahrul.

Syahrul diketahui melaut bersama nelayan Abdya menggunakan KM Sukma Baru di perairan Simeulue.

“Menurut keterangan yang kami terima, Syahrul diketahui hilang sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, awak kapal bangun tidur untuk memasang unjam. Setelah dicek, keberadaan Syahrul tidak diketahui,” ujar Nurdi.

Nurdi menambahkan, terdapat sejumlah ciri pada jenazah yang sesuai dengan keterangan mengenai Syahrul.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan identitas jenazah sebelum pemeriksaan dilakukan.

“Nanti setelah sampai di Pelabuhan Ujong Serangga, kita akan pastikan apakah mayat yang ditemukan itu adalah Syahrul,” kata Nurdi.

Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan setelah jenazah tiba di pelabuhan untuk memastikan identitasnya.(T08)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...