Blangpidie. RU – Banjir kembali melanda Desa Pulau Kayu dan Padang Baru, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Minggu, 18 Oktober 2026 malam.
Air meluap hingga merendam rumah warga dan kawasan gudang Bulog, sementara arus deras mengalir di sepanjang jalan nasional di kedua desa tersebut.
Banjir yang berulang membuat warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga mencari solusi jangka panjang dengan menelusuri penyebab banjir, termasuk kondisi sungai dan saluran air yang diduga tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.
Salah seorang warga terdampak, Muktar, mengatakan masyarakat telah berkali-kali mengalami kejadian serupa.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius agar warga tidak terus dihantui kekhawatiran rumah mereka terendam setiap musim hujan.
“Kami sudah berulang kali mengalami banjir seperti ini. Kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi kami dan mencari solusi supaya kejadian ini tidak terus berulang,” ujar Muktar kepada rahasiaumum.com, Senin (19/10/2026).
Menurut warga, banjir tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga mengancam barang-barang rumah tangga, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta menimbulkan kecemasan setiap kali hujan lebat turun.
Masyarakat berharap pemerintah melakukan pemeriksaan lapangan, mengidentifikasi titik rawan, dan menyusun langkah teknis berdasarkan tingkat risiko agar penanganan banjir tidak sekadar bersifat reaktif.
Warga juga meminta instansi teknis meninjau aliran sungai di belakang areal persawahan Padang Baru hingga kawasan Desa Binca.
Peninjauan tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi kemungkinan penyempitan aliran, sedimentasi, kerusakan tebing sungai, atau faktor lain yang memperparah banjir.
Warga berharap hasil pemeriksaan itu menjadi dasar penanganan yang terencana dan berkelanjutan sehingga banjir tidak terus berulang dan mengancam permukiman mereka setiap kali hujan deras mengguyur Abdya.(T08)













