Kutacane. RU – Jebolnya tanggul Sungai Lawe Bulan yang mengakibatkan banjir merendam permukiman warga dan jalan nasional di Kabupaten Aceh Tenggara mendorong anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I membangun tembok penahan permanen.
Menurut Yahdi, penanganan tanggul yang jebol tidak cukup hanya dengan pemasangan bronjong.
Bangunan penahan permanen diperlukan untuk mengurangi risiko luapan sungai yang berulang, terutama saat curah hujan meningkat menjelang akhir tahun.
Desakan itu disampaikan Yahdi saat meninjau lokasi tanggul yang rusak sekaligus memastikan penanganan darurat di kawasan tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, banjir berdampak terhadap 350 kepala keluarga atau 1.387 jiwa di tujuh desa, yakni Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Lawe Kihing, Terutung Megakhe Asli, Biak Muli, Kute Antara, dan Kuning I.
Yahdi menegaskan, pembangunan tembok penahan permanen perlu menjadi perhatian BWS Sumatera I agar penanganan tidak hanya berfokus pada perbaikan tanggul yang rusak, tetapi juga mengurangi ancaman banjir terhadap warga dan akses transportasi nasional.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengerahkan lima unit ekskavator untuk mempercepat penanganan tanggul yang jebol.
Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, mengatakan, alat berat tersebut terdiri atas tiga unit milik pemerintah kabupaten, satu unit milik swasta, dan satu unit dari BWS Sumatera I.
“Lima unit ekskavator tersebut terdiri atas tiga unit milik pemerintah daerah, satu unit dari pihak swasta, dan satu unit dari BWS Sumatera I,” ujar Yusrizal, Selasa (13/10/2026).
Selain penanganan tanggul, pemerintah kabupaten mendirikan dapur umum melalui Dinas Sosial untuk menyediakan makan siang dan malam bagi warga terdampak.
Pemerintah daerah juga telah menyurati Dinas Sosial Aceh dan Dinas Pangan Aceh untuk meminta bantuan bagi korban banjir.
Penanganan darurat masih dilakukan untuk mengatasi kerusakan tanggul.
Namun, pembangunan tembok penahan permanen dinilai penting untuk menekan risiko luapan Sungai Lawe Bulan agar tidak terus mengancam keselamatan warga dan kelancaran transportasi nasional.(AFW11)













