Anggota DPRA Desak BWS Bangun Tembok Penahan Permanen di Sungai Lawe Bulan

Yahdi Hasan (peci) bersama pemkap Aceh Tenggara dan warga saat mengecek tanggul yang jebol di sungai Lawe Bulan. Selasa 13 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Jebolnya tanggul Sungai Lawe Bulan yang mengakibatkan banjir merendam permukiman warga dan jalan nasional di Kabupaten Aceh Tenggara mendorong anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I membangun tembok penahan permanen.

Menurut Yahdi, penanganan tanggul yang jebol tidak cukup hanya dengan pemasangan bronjong.

Bangunan penahan permanen diperlukan untuk mengurangi risiko luapan sungai yang berulang, terutama saat curah hujan meningkat menjelang akhir tahun.

Desakan itu disampaikan Yahdi saat meninjau lokasi tanggul yang rusak sekaligus memastikan penanganan darurat di kawasan tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, banjir berdampak terhadap 350 kepala keluarga atau 1.387 jiwa di tujuh desa, yakni Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Lawe Kihing, Terutung Megakhe Asli, Biak Muli, Kute Antara, dan Kuning I.

Yahdi menegaskan, pembangunan tembok penahan permanen perlu menjadi perhatian BWS Sumatera I agar penanganan tidak hanya berfokus pada perbaikan tanggul yang rusak, tetapi juga mengurangi ancaman banjir terhadap warga dan akses transportasi nasional.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengerahkan lima unit ekskavator untuk mempercepat penanganan tanggul yang jebol.

Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, mengatakan, alat berat tersebut terdiri atas tiga unit milik pemerintah kabupaten, satu unit milik swasta, dan satu unit dari BWS Sumatera I.

“Lima unit ekskavator tersebut terdiri atas tiga unit milik pemerintah daerah, satu unit dari pihak swasta, dan satu unit dari BWS Sumatera I,” ujar Yusrizal, Selasa (13/10/2026).

Selain penanganan tanggul, pemerintah kabupaten mendirikan dapur umum melalui Dinas Sosial untuk menyediakan makan siang dan malam bagi warga terdampak.

Pemerintah daerah juga telah menyurati Dinas Sosial Aceh dan Dinas Pangan Aceh untuk meminta bantuan bagi korban banjir.

Penanganan darurat masih dilakukan untuk mengatasi kerusakan tanggul.

Namun, pembangunan tembok penahan permanen dinilai penting untuk menekan risiko luapan Sungai Lawe Bulan agar tidak terus mengancam keselamatan warga dan kelancaran transportasi nasional.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...