Banda Aceh. RU – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh mencatat pertumbuhan positif dengan jumlah nasabah mencapai 5,3 juta hingga Juli 2026.
Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan mengatakan, pertumbuhan tersebut didukung semakin kuatnya minat masyarakat terhadap perbankan syariah serta perluasan layanan digital.
Saat ini, BSI memiliki lebih dari 138 outlet, 20.822 BSI Agen, dan 56.567 merchant QRIS di Aceh.
Dari sisi bisnis, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 22,3 triliun, sementara pembiayaan sebesar Rp 26,1 triliun.
Kualitas pembiayaan tercatat 97,47 persen, membaik dari sebelumnya 96,55 persen.
Sebagai “Bank Haji”, BSI Aceh kini melayani lebih dari 422.000 nasabah Tabungan Haji.
Bisnis emas juga tumbuh signifikan, dengan pengelolaan 106 kilogram emas atau meningkat 246 persen secara tahunan.
Cicil dan gadai emas tumbuh 50,51 persen serta mendorong Fee Based Income (FBI) sebesar 18,11 persen.
Imsak menegaskan, mobile banking BYOND by BSI menjadi pintu awal layanan perbankan yang terintegrasi.
“Mulai dari transaksi harian, investasi, pembiayaan, pengelolaan emas, pengelolaan haji, hingga layanan keuangan lainnya dalam satu platform digital,” kata Imsak seperti diberitakan rahasiaumum.com, Jumat (04/09/2026).
Secara nasional, hingga Juni 2026 BSI membukukan laba bersih Rp 4,16 triliun, tumbuh 11 persen secara tahunan.
DPK meningkat 22 persen menjadi Rp 393 triliun, sedangkan total aset mencapai Rp 464,5 triliun atau tumbuh 16 persen.
Fee Based Income juga naik 38,15 persen menjadi Rp 4,1 triliun.
Di sisi pembiayaan, kualitas aset tetap terjaga dengan NPF Gross 1,80 persen dan NPF Net 0,33 persen.(*)













