125 Tuha Peut di Beutong Dilantik, TRK Tekankan Kemitraan dengan Keuchik

Tampak Bupati Nagan Raya TRK saat melantik 125 Tuha Peut Gampong di Kecamatan Beutong untuk masa jabatan 2026–2032 di halaman Kantor Camat setempat. Kamis 3 September 2026 [Dok. Prokopim Nagan Raya/rahasiaumum.com]

Nagan Raya. RU – Sebanyak 125 Tuha Peut Gampong di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, dilantik Bupati Nagan Raya TR. Keumangan (TRK) untuk masa jabatan 2026–2032 di halaman Kantor Camat Beutong, Kamis (03/09/2026).

TRK mengatakan jabatan tersebut merupakan amanah masyarakat yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, kejujuran, dan integritas.

“Tuha Peut Gampong memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam struktur pemerintahan gampong di Provinsi Aceh,” ujar TRK.

Menurut dia, Tuha Peut merupakan mitra Keuchik dalam merumuskan kebijakan, menampung aspirasi masyarakat, serta mengawal pembangunan dan pengelolaan APBG.

Ia meminta para Tuha Peut memperkuat kemitraan dengan Keuchik dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui musyawarah.

“Hubungan kerja antara Tuha Peut dan Keuchik adalah hubungan kemitraan yang bersifat kolegial, bukan saling menjatuhkan. Jika ada perbedaan pandangan, selesaikanlah melalui musyawarah mufakat,” pesan TRK.

TRK juga mendorong Tuha Peut menjaga adat, mendukung syariat Islam, serta membantu menyelesaikan perselisihan masyarakat melalui mekanisme gampong sebelum menempuh jalur hukum.

“Dengan mengedepankan musyawarah dan adat, kita berharap setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan baik, damai, dan tetap menjaga keharmonisan antarwarga,” ujarnya.

Tuha Peut juga diminta mendukung program pemerintah, terutama pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Kepada seluruh anggota Tuha Peut Gampong periode 2026–2032 yang baru dilantik, selamat bekerja. Jalankan amanah ini dengan niat tulus beribadah kepada Allah SWT dan mengabdi kepada masyarakat,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan SK pengangkatan secara simbolis kepada empat perwakilan Tuha Peut.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...