23 dari 28 Wartawan Lulus UKW SPS Aceh-LUKW Pikiran Rakyat

Foto bersama sejumlah wartawan usai mengikuti UKW yang digelar SPS Aceh dan LUKW Pikiran Rakyat, di Hotel Diana, Banda Aceh. Sabtu 29 Agustus 2026 [Dok. SPS Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Sebanyak 23 dari 28 wartawan yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Pikiran Rakyat dinyatakan kompeten.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Diana, Banda Aceh, itu ditutup Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi, pada Sabtu (29/08/2026).

Peserta mengikuti uji kompetensi pada jenjang Muda, Madya, dan Utama.

Berdasarkan hasil yang diumumkan tim penguji, lima peserta lainnya belum dinyatakan kompeten.

Dengan demikian, tingkat kelulusan mencapai sekitar 82 persen.

Dalam acara penutupan, Musriadi memberikan hadiah kepada sejumlah peserta yang berhasil menjawab pertanyaan terkait Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Musriadi mengapresiasi penyelenggaraan UKW sebagai upaya meningkatkan kualitas sekaligus profesionalisme insan pers.

Menurut dia, wartawan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan demokrasi sehingga profesi tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab.

“Karena profesi wartawan mulia, maka para wartawan harus berintegritas,” ujar Musriadi.

Ia juga mengingatkan peserta agar menjadikan tagline UKW-PR, “Pers yang Kompeten, Profesional dan Berintegritas,” sebagai prinsip dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurut Musriadi, kompetensi merupakan fondasi penting bagi wartawan agar mampu menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya publik.

Tekankan Pemahaman UU Pers dan Kode Etik

Ketua SPS Aceh Muktarruddin mengatakan kompetensi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap regulasi serta etika jurnalistik.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, kata dia, tidak cukup dipahami secara teoritis, tetapi harus menjadi pedoman dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari.

“Wartawan tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis berita. Wartawan juga harus memahami aturan, etika, serta memiliki integritas dalam menjalankan profesinya,” kata Muktarruddin.

CEO Media Aceh itu turut mengajak wartawan meneladani empat sifat Rasulullah Muhammad SAW, yakni Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah.

Nilai tersebut dinilai relevan dengan profesi jurnalistik yang menuntut kejujuran, amanah dalam menyampaikan informasi, kemampuan mengomunikasikan pesan kepada publik, serta kecerdasan dalam menjalankan tugas.

Penguji Apresiasi SPS Aceh

Koordinator Tim Penguji UKW-PR Refa Riana mengapresiasi SPS Aceh yang dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan baik.

Menurut Refa, pelaksanaan UKW di Aceh mencerminkan komitmen SPS Aceh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pers.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Muktarruddin yang dinilai mampu mendorong pelaksanaan kegiatan secara profesional.

Refa bahkan menilai SPS Aceh sebagai salah satu penyelenggara kegiatan terbaik di Indonesia.

Pelaksanaan UKW diharapkan tidak berhenti pada pencapaian predikat kompeten.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pengujian diharapkan diterapkan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, beretika, dan bertanggung jawab.

SPS Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan dan kualitas perusahaan pers di Aceh guna membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan berintegritas.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...