Dari Tanah Gayo, TNI dan Ribuan Warga Serukan Indonesia Damai

Suasana Apel Kebangsaan Indonesia Damai di GORS Bener Meriah, Aceh. Senin 24 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/BI09]

Redelong. RU – Ribuan warga bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Bener Meriah, Senin (24/08/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersatu Dalam Kebhinekaan Menjaga Persatuan Bangsa”.

Apel turut dihadiri Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran beserta jajaran.

Bupati Bener Meriah Ir. Tagore Abubakar mengatakan, keberagaman suku, bahasa, adat, budaya, dan agama merupakan kekuatan bangsa Indonesia.

Menurut dia, seluruh perbedaan tersebut dipersatukan oleh identitas kebangsaan di bawah Sang Saka Merah Putih.

“Tanoh Gayo adalah rumah kita bersama. Mempertahankan kemerdekaan di Bener Meriah bukan lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan menjaga persatuan, kerukunan, keamanan dan gotong royong,” ujar Tagore dalam pidatonya di hadapan ribuan warga dan tamu undangan.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.

Setiap persoalan, kata dia, harus diselesaikan melalui musyawarah dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan daerah.

“Setiap perbedaan harus diselesaikan melalui musyawarah dan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta daerah,” katanya.

Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran mengajak masyarakat menjadikan apel tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan UUD 1945.

Ali Imran mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh berbagai kejadian maupun informasi yang berpotensi memicu perpecahan.

“Jangan mudah terprovokasi dengan kejadian yang mengarahkan kepada perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Ali Amran.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berpedoman pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, sekaligus menghormati simbol-simbol negara.

Mengingat sejarah perjuangan di Tanah Gayo

Dalam kegiatan tersebut, sejarah perjuangan di dataran tinggi Gayo turut menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan.

Radio Rimba Raya di Kecamatan Pintu Rime Gayo merupakan salah satu bagian penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Radio tersebut berperan menyebarluaskan informasi mengenai perjuangan dan keberadaan Republik Indonesia ke dunia internasional.

Selain itu, sejarah Reje Linge juga menjadi bagian dari identitas masyarakat Bener Meriah.

Nilai perjuangan para pendahulu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk menjaga persatuan sekaligus membangun daerah melalui semangat kebersamaan.

Usai apel, ribuan warga bersama TNI dan pemerintah daerah mendeklarasikan Indonesia damai.

Deklarasi itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah dataran tinggi Gayo, Aceh.(BI09)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...