Jakarta. RU – Penguatan kapasitas usaha menjadi fokus PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang lebih besar, memiliki akses pembiayaan, serta menembus pasar nasional hingga global.
Upaya tersebut dilakukan BSI bersama Danantara Indonesia melalui pembangunan ekosistem bisnis terintegrasi yang mencakup pendampingan usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, sertifikasi halal, pembiayaan syariah, digitalisasi, hingga perluasan pasar.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus penggerak industri halal Indonesia.
Menurut dia, pemberdayaan tidak cukup dilakukan melalui pemberian modal, tetapi harus disertai pembinaan agar usaha menjadi kuat dan berdaya saing.
“UMKM tidak cukup hanya diberikan pembiayaan. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu mendorong pelaku usaha menjadi lebih kuat, sehat, legal, bankable, dan berdaya saing. Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” kata Anggoro seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (05/08/2026).
Saat ini BSI melayani lebih dari 340.000 nasabah UMKM di seluruh Indonesia.
Bersama Danantara, BSI mengoperasikan empat UMKM Center di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar yang telah memberikan pendampingan kepada lebih dari 6.000 pelaku usaha.
Pusat pembinaan tersebut menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, akses pembiayaan, hingga ruang promosi produk UMKM binaan.
Selain itu, BSI mengembangkan 35 Sentra UMKM berbasis dana zakat untuk membantu pelaku usaha dari kalangan mustahik agar berkembang menjadi usaha yang layak memperoleh pembiayaan perbankan.
Di tingkat desa, BSI juga membina 23 Desa Binaan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Penguatan UMKM dilakukan melalui lima strategi utama, yakni peningkatan kualitas SDM, percepatan sertifikasi halal, pengembangan halal value chain, penyediaan pembiayaan syariah, serta transformasi digital.
Komitmen tersebut tercermin dari penyaluran pembiayaan sektor ritel dan UMKM BSI yang hingga Mei 2026 mencapai Rp54,80 triliun, tumbuh 11,14 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pembiayaan itu diberikan kepada lebih dari 340.000 pelaku usaha melalui skema KUR Syariah, pembiayaan mikro, dan SME.
BSI juga mempercepat digitalisasi UMKM melalui layanan Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
“Ketika UMKM naik kelas, manfaatnya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Itulah nilai ekonomi dan nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia,” tutup Anggoro.
Pada kesempatan yang sama, BSI mengumumkan 50 pemenang program Tabungan Haji Berhadiah Umrah sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah. Pengumuman tersebut berlangsung di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.(*)













