Pemkab Aceh Besar Dorong Mahasiswa Ambil Peran dalam Pembangunan

Suasana bincang santai Bupati Aceh Besar, Muharram Idris dengan mahasiswa, di SMEA Premium Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya. Jumat 26 Juni 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar membuka ruang dialog dengan mahasiswa sebagai upaya memperkuat partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

Melalui forum tersebut, berbagai gagasan dan aspirasi disampaikan langsung kepada Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris.

Bincang santai yang berlangsung di SMEA Premium Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Jumat (26/06/2026), diikuti sekitar 100 mahasiswa yang mewakili 23 paguyuban dari berbagai kecamatan.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Syukri A. Jalil, Sekretaris Daerah Bahrul Jamil, serta jajaran pemerintah daerah.

Ketua Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (HIMAB), Isratullah, mengapresiasi inisiatif pemerintah yang membuka ruang komunikasi secara langsung dengan mahasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati yang telah mengundang kami semua untuk duduk seperti ini. Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari bapak bupati yang mengundang kami untuk duduk ngobrol seperti ini,” ujarnya.

Dalam arahannya, Muharram menegaskan pembangunan tidak dapat berjalan hanya dengan peran pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama mahasiswa dan pemuda.

“Saya mengajak semua elemen masyarakat Aceh Besar untuk bersatu dalam upaya membangun masa depan Aceh Besar yang lebih baik,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sektor pertanian, dan pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, mahasiswa juga harus memiliki kepedulian sosial di samping prestasi akademik.

“Kita tidak hanya membutuhkan title, tetapi juga harus memiliki rasa kepedulian, kemampuan manajemen, dan kemauan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara luas,” pesannya.

Selain itu, Muharram mendorong lahirnya inovasi pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi serta mengajak generasi muda menjaga kelestarian bahasa Aceh.

“Bahasa Aceh adalah warisan nenek moyang yang harus kita jaga bersama agar tidak punah di masa mendatang. Ini adalah khazanah kita,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain kebutuhan sekretariat paguyuban, peningkatan infrastruktur jalan, dukungan bagi sektor pertanian dan dayah, percepatan pembangunan SPAM Regional Aceh Besar–Banda Aceh, hingga pelestarian bahasa Aceh.

Menanggapi berbagai masukan itu, Muharram memastikan pemerintah akan terus melanjutkan program pembangunan sekaligus menjaga komunikasi dengan mahasiswa agar ide dan aspirasi mereka menjadi bagian dari upaya mewujudkan Aceh Besar yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...