Iran Balas Serangan AS yang Langgar Kesepakatan Damai

Rudal Hipersonik
Rudal hipersonik ditembakkan untuk membalas serangan AS ke Iran. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Teheran. RU – Amerika melancarkan serangan udara terhadap daerah-daerah yang terletak di sepanjang garis pantai Iran, padahal kedua pihak baru saja menandatangani kesepakatan damai beberapa hari lalu.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengaku menyerang target militer Amerika di wilayah tersebut sebagai balasan atas agresi AS sebelumnya terhadap kawasan pesisir Iran.

IRGC menilai serangan AS itu sebagai bagian dari pola pelanggaran komitmen Amerika Serikat yang tak berubah.

“Dalam melancarkan agresi tersebut, Washington menggunakan berbagai dalih, termasuk lewatnya kapal yang tak patuh melalui rute tidak sah di Selat Hormuz,” tulis IRGC dalam pernyataannya, Sabtu (27/06/2026).

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat juga melaporkan melakukan serangan terhadap beberapa target di Iran.

CENTCOM, yang mengawasi pasukan Amerika di wilayah Asia Barat, menyebut serangan itu sebagai sebagai balasan atas  serangan pesawat tak berawak Iran pada hari Kamis terhadap sebuah kapal, yang disebutnya sebagai kapal kargo berbendera Singapura, MV Ever Lovely.

Serangan itu, diklaim terjadi saat kapal tersebut meninggalkan Selat Hormuz di sepanjang pantai Oman.

Republik Islam Iran, dalam semua kesempatan, secara tegas menolak tuduhan apa pun tentang penargetan objek non-militer. Teheran memperingatkan tentang upaya mengkambinghitamkan negara tersebut dalam serangan lewat operasi “false flag”.

Angkatan Laut IRGC juga mencatat bahwa Amerika Serikat berupaya melanggar komitmennya berdasarkan nota kesepahaman yang baru-baru ini ditandatangani antara kedua belah pihak melalui berbagai provokasi.(TH05/Republika)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...