Perundingan AS-Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan Damai

Negosiasi Iran-AS
Perundingan gencatan senjata antara Iran dengan AS di Islamabad, Pakistan.[Foto: lcci.pk/Rahasiaumum.com]

Islamabad. RU – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance menegaskan, bahwa tidak ada kesepakatan dengan Iran setelah 21 jam negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada Minggu (12/4/2026), karena Teheran memilih untuk tidak menerima persyaratan AS.

Melansir Reuters, seorang reporter televisi pemerintah Iran mengatakan, pembicaraan akan berlanjut, tetapi Vance tidak menyebutkan dimulainya kembali pembicaraan.

Sekadar diketahui, pembicaraan di Islamabad adalah pertemuan langsung pertama AS-Iran dalam lebih dari satu dekade dan diskusi tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam 1979.

Hasilnya dapat menentukan nasib gencatan senjata dua minggu yang rapuh dan pembukaan kembali Selat Hormuz, titik penting bagi sekitar 20% pasokan energi global yang telah diblokir Iran sejak perang dimulai.

Perang AS-Israel dengan Iran tersebut telah menyebabkan harga minyak global melonjak dan menewaskan ribuan orang.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump  mengatakan akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu.(TH05/Okezone)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...