Awal Menjabat, Ramdani Boy Tinjau Lapas dan Rutan se-Aceh

Kakanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani Boy kunker mengelilingi 13 Satker di wilayah Aceh. Rabu 24 Juni 2026 [Dok. Kanwil Ditjenpas Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Mengawali masa tugasnya sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di berbagai daerah.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat monitoring, evaluasi, dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan di wilayah Aceh.

Dalam waktu singkat, Ramdani Boy bersama tim menyambangi 13 satuan kerja pemasyarakatan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Selama peninjauan, ia memeriksa berbagai fasilitas penting, mulai dari kebersihan dapur, kualitas pelayanan publik, kondisi blok hunian, layanan kesehatan, hingga program ketahanan pangan yang dijalankan warga binaan.

Pengawasan juga diperketat melalui razia insidentil yang dilakukan Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Kanwil Ditjenpas Aceh di Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa.

Petugas menggeledah kamar hunian dan sejumlah area untuk mencegah masuknya barang terlarang serta menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan kondusif.

Dalam arahannya kepada jajaran pegawai, Ramdani Boy menegaskan pentingnya menjaga integritas serta tidak terpengaruh bujuk rayu warga binaan.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan telepon seluler ilegal di dalam lapas maupun rutan dapat memicu berbagai tindak kejahatan, termasuk peredaran narkoba dan penipuan daring.

“Jangan pernah gadaikan seragam dan kehormatan kalian demi materi. Sekali kalian melangkah masuk ke dalam lingkaran mereka, kalian menghancurkan institusi ini. Saya tidak akan mentolerir sekecil apa pun pelanggaran, terutama terkait handphone ilegal dan narkoba. Ingat, pimpinan tidak akan segan-segan memecat petugas yang berkhianat,” tegas Ramdani Boy, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (24/06/2026).

Ia juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjauhi praktik judi online maupun pinjaman online ilegal yang berpotensi merusak moral, mengganggu kehidupan keluarga, dan menurunkan kinerja sebagai aparatur negara.

Di bidang pembinaan, Ramdani Boy menekankan pentingnya penghormatan terhadap martabat kemanusiaan dengan melarang segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, terhadap warga binaan.

Ia turut mengimbau jajaran pemasyarakatan agar bijak serta menjaga etika dalam penggunaan media sosial.

Menurutnya, seluruh satuan kerja harus menjalankan fungsi pemasyarakatan secara optimal, aman, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...