Jantho. RU – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)Aceh menyambut bertambahnya satu individu orangutan sumatra (pongo abelii) yang lahir dengan jenis kelamin jantan, di pusat reintroduksi Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (05/06/2026).
Bayi orangutan yang baru lahir ini diberi nama Badar (bulan purnama) karena lahir dari induk bernama Bulan, yang diselamatkan dari perdagangan satwa liar di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun 2014. lalu, saat ia berusia sekitar dua tahun.
Sejak tahun 2018, Bulan dilepasliarkan di Pusat Reintroduksi Orangutan di Cagar Alam Jantho, karena hutan di tempat asalnya di Aceh Tenggara sudah beralihfungsi, yang akan meningkatkan kerentanan pada kepunahan satwa dilindungi.
Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata, mengatakan bayi orangutan sumatra itu dilahirkan dari induk hasil rehabilitasi, yang hidup bebas di alam liar sejak 2018.
“Badar kami harapkan tumbuh sehat dan membawa secercah harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan,” harap Ujang Wisnu Barata.
Perjalanan individu orangutan dari korban perdagangan satwa liar hingga bisa kembali meneruskan siklus hidup di alam liar ini, menunjukkan upaya rehabilitasi dan pelepasliaran dapat memberikan hasil nyata bagi pemulihan populasi orangutan.
“Pemberian hak hidup dan berkembang biaknya satwa di alam harus dilanjutkan dengan menjaga habitatnya tetap terlindungi,” kata Ujang Wisnu Barata.
Saat ini, Bulan dan Badar serta sejumlah orangutan lainnya hidup di habitat baru yang menjadi pusat pelepasliaran pongo abelii, di Cagar Alam Jantho.
Individu Orangutan sumatra merupakan satwa dilindungi. Berdasarkan daftar kelangkaan satwa lembaga konservasi dunia, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatra itu kini berstatus kritis: berisiko tinggi untuk punah di alam liar.(TH05)













