Blangpidie. RU – Menurunnya debit air sungai akibat kemarau mulai berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Kondisi itu menghambat pasokan air menuju intake Krueng Baru yang mengairi puluhan hektare sawah di Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil.
Saat ini petani di wilayah tersebut telah memasuki tahap pengolahan lahan untuk Musim Tanam (MT) Gadu 2026.
Namun, aliran sungai menuju kolam pintu air (intake) Krueng Baru di Dusun Alue Trienggadeng, Gampong Kaye Aceh, dilaporkan menyusut sekitar 100 meter sehingga berpotensi mengganggu kebutuhan irigasi.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Abdya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung melakukan normalisasi saluran guna memastikan pasokan air kembali mengaliri area pertanian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi, meninjau lokasi bersama Anggota DPRK Abdya Khairunnas, Camat Manggeng Ridhawiyardi, Camat Lembah Sabil Juarsa, Kepala Bidang SDA Ratno Juarsa, serta para keuchik dan keujruen blang yang mewakili petani.
Rahwadi mengatakan pihaknya akan mempercepat pengerukan sedimen dan pembersihan kolam intake menggunakan alat milik Dinas PUPR.
Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam sepekan.
“Kami menjalankan perintah langsung dari Pak Bupati untuk segera menyelesaikan masalah air ini,” kata Rahwadi, Minggu (31/05/2026).
Selain pengerukan, pemerintah juga akan membangun tanggul penahan air sementara dengan memanfaatkan material yang tersedia di sekitar sungai.
Rahwadi menegaskan proses pengolahan sawah tidak boleh terhambat agar program tanam serentak untuk mendukung ketahanan pangan nasional dapat berjalan sesuai jadwal.
“Abdya merupakan salah satu lumbung pangan utama di pantai barat selatan Aceh, sehingga persoalan ini menjadi prioritas kami,” tegas Rahwadi.(T018)














