Jembatan Bailey Diresmikan, Mobilitas Warga Karang Rejo Kembali Lancar

Personel TNI AD dari Kodim 0119/Bener Meriah bersama masyarakat hadiri peresmian jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Bener Meriah. Jumat 29 Mei 2026. [Dok. rahasiaumum.com/*]

Bener Meriah. RU – Akses jalan penghubung antar-kecamatan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sempat terputus akibat tanah longsor dan banjir bandang, kini kembali normal setelah jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, resmi dioperasikan, Jumat (29/05/2026).

Peresmian dilakukan Kepala Staf Kodim 0119/Bener Meriah, Kapten Czi. Aep Mukhran Halid.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan upaya pemulihan infrastruktur yang rusak diterjang bencana alam beberapa waktu lalu.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Letkol Inf Ahmad Fauzi melalui Kasdim Kapten Czi. Aep Mukhran Halid menyampaikan, keberadaan jembatan Bailey menandai pulihnya akses transportasi masyarakat yang sebelumnya lumpuh akibat banjir bandang.

“Kehadiran jembatan Bailey ini diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan,” kata Aep.

Ia menambahkan, fasilitas tersebut diharapkan mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.

“Peresmian jembatan Bailey ini diharapkan dapat memberikan aktivitas masyarakat berjalan normal dan lancar, sehingga roda perekonomian masyarakat tidak lagi terhambat dan segera bangkit pasca terjadinya bencana,” ujarnya.

Warga setempat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan pemulihan akses transportasi di wilayah mereka.

“Kehadiran jembatan Bailey ini kami sebagai masyarakat mengaku sangat bersyukur, karena akses yang selama ini lumpuh pasca bencana kini kembali dapat digunakan dengan aman dan lancar oleh masyarakat,” ujar seorang warga.

Peresmian turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan terkait.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...