Pemkab Pidie Jaya Usulkan Pembangunan 3.056 Huntap ke BNPB

Pengungsi Pidie Jaya
Ilustrasi - Tiga ribu lebih korban banjir bandang di Pidie Jaya saat ini masih menunggu pembangunan hunian tetap. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Meureudu.RU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya mengusulkan sebanyak 3.056 unit hunian tetap untuk korban bencana hidrometeorologi yang melanda kabupaten tersebut pada akhir November 2025.

Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Okta Handifa, mengatakan pembangunan hunian tetap tersebut diusulkan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Pemkab Pidie Jaya mengusulkan sebanyak 3.056 unit hunian tetap untuk korban bencana hidrometeorologi. Ribuan hunian tetap tersebut diusulkan dibangun di sejumlah wilayah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya,” katanya dikutip Kamis (14/05/2026).

Okta Handifa mengatakan dari 3.056 unit hunian tetap yang diusulkan tersebut, sebanyak 2.317 unit di antaranya dibangun di lahan mandiri masing-masing penerima manfaat, yang telah dipastikan bukan berada di zona rawan bencana.

Sedangkan selebihnya, dibangun di lima titik relokasi yang sudah disiapkan.

“Untuk target pembangunan hunian tetap, masih menunggu konfirmasi dari BNPB dan Kementerian Perumahan dan Permukiman,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pidie Jaya tersebut.

Menyangkut hunian sementara bagi korban bencana hidrometeorologi, Okta Handifa mengatakan saat ini sudah terbangun 1.342 unit.

Dari 1.342 unit hunian sementara tersebut, sebanyak 1.280 unit di antaranya sudah dihuni.

“Hunian sementara tersebut tersebar di 26 titik di Kabupaten Pidie Jaya. Dari 26 titik hunian tersebut, sebanyak 13 titik di antaranya dibangun BNPB, delapan titik dibangun Danantara, Kementerian PU dan Dompet Dhuafa masing-masing dua titik, serta Lembaga Kemanusiaan Kita Bisa membangun di satu titik,” kata Okta Handifa.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...