Blangpidie. RU – Sebanyak 26 kasus kematian ibu dan anak tercatat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menunjukkan angka tersebut terdiri atas 22 kematian balita usia 0–59 bulan dan empat kematian ibu.
Kepala Dinkes Abdya, Rinaldi, mengatakan kasus kematian balita paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie dengan tujuh kasus.
Selanjutnya, Puskesmas Lembah Sabil, Lhang, dan Alue Sungai Pinang masing-masing tiga kasus, Puskesmas Manggeng dua kasus, serta masing-masing satu kasus di Puskesmas Bineh Krueng, Tangan-Tangan, Kuala Batee, dan Babahrot.
Menurut Rinaldi, penyebab kematian balita didominasi asfiksia, gangguan pernapasan, berat badan lahir rendah (BBLR), kelainan bawaan, gangguan kardiovaskular, kejang, serta komplikasi kesehatan lainnya.
“Sebagian besar kasus meninggal dunia saat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan, baik di Abdya maupun di luar daerah,” kata Rinaldi, Minggu (28/06/2026).
Sementara itu, empat kasus kematian ibu tercatat di Kecamatan Blangpidie, Tangan-Tangan, dan Susoh.
Penyebabnya didominasi komplikasi persalinan, perdarahan postpartum, serta komplikasi obstetrik lainnya.
“Penyebab kematian didominasi komplikasi persalinan, perdarahan postpartum, serta komplikasi obstetrik lainnya,” jelasnya.
Rinaldi menilai data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi lintas sektor.(T018)













