Bener Meriah. RU – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur selama beberapa jam pada Minggu (28/06/2026) menyebabkan ruas jalan nasional KKA Lhokseumawe-Kem Seni Antara menuju kawasan Guci Buntul, Kabupaten Bener Meriah, terendam banjir.
Genangan menghambat arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, luapan air diduga dipicu tersumbatnya gorong-gorong dan saluran drainase oleh material sisa bencana sebelumnya yang belum dibersihkan secara menyeluruh.
Akibatnya, aliran tidak mampu menampung debit hujan sehingga meluap ke badan jalan.
Kondisi tersebut membuat pengendara sepeda motor memilih tidak melintas.
Puluhan warga kemudian bergotong royong mengangkat kendaraan roda dua secara manual melewati genangan.
Sementara kendaraan roda empat masih dapat melintas dengan kecepatan rendah dan penuh kehati-hatian untuk menghindari mogok.
Salah seorang warga setempat mengatakan gorong-gorong yang menjadi jalur aliran air telah tertimbun material tanah sejak bencana terdahulu dan hingga kini belum ditangani secara tuntas.
“Begitu hujan lebat, air langsung tumpah ke jalan karena parit tersumbat total. Ini dampak sisa bencana lama yang dibiarkan. Akibatnya warga kesulitan beraktivitas dan mobilitas ekonomi menuju ke pusat kecamatan menjadi lumpuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanpa penanganan konkret, ruas Jalan Kampung Kem yang menghubungkan lintas KKA dengan Guci Buntul akan terus menjadi titik rawan setiap kali hujan turun.
Menurutnya, kapasitas gorong-gorong yang menyempit sudah tidak lagi memadai untuk menampung peningkatan debit aliran sungai.
Hingga berita ini ditulis, genangan di badan jalan belum sepenuhnya surut dan antrean kendaraan masih mengular.
Masyarakat mendesak instansi berwenang segera menerjunkan alat berat untuk mengeruk material, menormalisasi aliran sungai, serta membangun kembali konstruksi gorong-gorong demi menjamin keselamatan pengguna jalan.(*)













