Banda Aceh. RU – Harga minyak nilam Aceh mengalami kenaikan tipis dan kini berada di kisaran Rp 850 ribu hingga Rp 900 ribu per kilogram.
Kepala Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala, Syaifullah Muhammad, mengatakan pergerakan harga minyak nilam saat ini lebih disebabkan oleh pola musiman tahunan yang cenderung berulang.
“Kalau menurut saya ini karena memang periodenya pada harga middle. Biasanya tiap tahun ada tiga kluster harga, yaitu rendah, sedang, dan tinggi,” kata Syaifullah dikutip Minggu (10/05/2026).
Ia menjelaskan, pada awal tahun, yakni Januari hingga April, harga nilam umumnya berada di level rendah dengan kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 850 ribu per kilogram.
Selanjutnya, memasuki pertengahan tahun, Mei hingga Agustus, harga bergerak naik ke level sedang di kisaran Rp 850 ribu hingga Rp 950 ribu per kilogram.
“Sementara pada akhir tahun, September hingga Desember, harga biasanya berada di level tinggi, yakni di atas Rp 950 ribu per kilogram. Pola ini hampir terjadi setiap tahun,” ujarnya.
Selain faktor siklus harga, Syaifullah juga menybutkan bahwa produksi nilam saat ini mengalami sedikit peningkatan. Hal ini turut memengaruhi kestabilan harga di tingkat pasar.(TH05)














