Pascabanjir Bandang, Krueng Meureudu Butuh Normalisasi

Malek Mahmud
Wali Nanggroe (WN) Aceh, Malik Mahmud bersama Bupati dan Ketua DPRK Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan A Kadir Jailani meninjau kondisi Krueng Meureudu. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Meureudu. RU – Kondisi Krueng (sungai) Meureudu semakin dangkal dan mengalami erosi pascabanjir bandang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada November tahun 2025 lalu.

“Sepanjang 40 kilometer sungai ini mengalami pendangkalan serius setelah bencana banjir Pidie Jaya,” kata Wali Nanggroe (WN) Malik Mahmud yang didampingi Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi saat meninjau Krueng Meureudu pada Senin, 4 Mei 2026.

Selain itu, ratusan hektar sawah di kabupaten itu juga tertimbun lumpur, dengan kondisi terparah berada di Kecamatan Meurah Dua.

Malik Mahmud memastikan, kondisi tersebut akan segera dilaporkan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, guna mendapatkan penanganan khusus dan berkelanjutan, terutama terkait pemulihan lahan persawahan dan normalisasi sungai.

“Muaranya juga sudah sangat dangkal. Kondisi ini akan kita laporkan kepada Presiden, terutama menyangkut nasib nelayan yang tidak bisa melaut akibat pendangkalan muara, yang berdampak pada ekonomi masyarakat kecil,” katanya.

Ketua DPRK Pidie Jaya, A Kadir Jailani (Pang Kade), yang ikut mendampingi Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud, meninjau Sungai Meureudu menyebutkan, Krueng Meureudu perlu segera dilakukan normalisasi.

“ Pasalnya, curah hujan yang tidak terlalu tinggi sekalipun kerap memicu banjir susulan ke permukiman warga,” ujarnya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...