USK Kirim Delegasi ke KMITL untuk Program Ketahanan dan Infrastruktur

Foto bersamaa mahasiswa yang mengikuti program Equity World Class University Student Exchange Program 2026 di KMITL Thailand. Senin 6 April 2026. [Foto Dok : USK/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti Equity World Class University Student Exchange Program 2026 di King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Bangkok, Thailand, pada 6–10 April 2026.

Program bertema “Transboundary Resilience and Sustainable Infrastructure between USK & KMITL” ini menitikberatkan pada penguatan ketahanan lintas wilayah serta pengembangan infrastruktur berkelanjutan di kawasan rawan bencana.

Peserta berasal dari tiga program studi, yakni Magister Ilmu Kebencanaan, Teknik Sipil, dan Ilmu Kelautan, setelah melalui seleksi administrasi serta wawancara.

Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, Prof. Syamsidik, menilai kegiatan tersebut penting untuk memperluas wawasan global mahasiswa, khususnya dalam isu kebencanaan.

“Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana ketahanan lintas wilayah dapat dibangun melalui kolaborasi internasional, serta bagaimana infrastruktur berkelanjutan menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (08/04/2026).

Koordinator program, Dr. Yunita Idris, menyebut kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin dan negara.

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memahami praktik nyata bagaimana konsep ketahanan dan infrastruktur berkelanjutan diterapkan di konteks internasional,” katanya.

Salah satu peserta, Imam Maulana, menyebut kesempatan tersebut menjadi sarana pengembangan kapasitas diri sekaligus membawa perspektif daerah ke tingkat global.

“Program ini bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga bagaimana kami membawa perspektif Aceh ke tingkat global, khususnya dalam isu kebencanaan dan ketahanan masyarakat,” ujarnya.

Peserta lain, Siti Hijrah Happy Akasi, berharap memperoleh pengalaman terkait pengelolaan pesisir dan mitigasi bencana yang relevan dengan kondisi daerah.

“Kami berharap dapat belajar banyak dari pengalaman di Thailand, terutama terkait pengelolaan wilayah pesisir dan ketahanan terhadap bencana, yang relevan dengan kondisi di Aceh,” katanya.

Selama kegiatan, mahasiswa mengikuti diskusi akademik, pertukaran pengetahuan, serta kunjungan lapangan.

Program ini juga diharapkan memperkuat kerja sama USK dan KMITL dalam pendidikan, riset, serta pengembangan sumber daya manusia di tingkat internasional.(R015)

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...