Jakarta. RU – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, menerima audiensi Pertamina Corporate University (PCU) membahas pemanfaatan Balai Besar/Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP/BPVP) untuk pelatihan Health, Safety & Environment (HSE) dan operator SPBU, Minggu (01/03/2026).
“Yang kita jaga bukan hanya kompetensi di atas kertas, tapi keselamatan dan kualitas layanan di lapangan. Kalau pelatihan dibuat relevan, terukur, dan terhubung dengan kebutuhan industri, dampaknya terasa yaitu pekerja lebih terlindungi dan layanan kepada masyarakat lebih profesional,” ujar Cris.
Audiensi menekankan dua ruang kolaborasi. Pertama, pelatihan HSE bagi pekerja Third Party Contract (TPC) Pertamina untuk memperkuat standar keselamatan dan kompetensi lintas wilayah.
Kedua, Program Energy Service Academy (ESA) untuk mencetak operator SPBU profesional, kompeten, dan siap kerja sehingga layanan masyarakat lebih rapi dan seragam.
Cris menambahkan, ribuan program pelatihan dan puluhan ribu skema sertifikasi yang tersedia di Ditjen Binalavotas mendukung pengembangan SDM secara nasional.
Kemnaker dan PCU akan menindaklanjuti pembahasan teknis, termasuk model pelatihan, fasilitas, skema pelaksanaan, dan milestone kerja sama berkelanjutan sesuai Permenaker Nomor 19 Tahun 2024 agar tertib dan akuntabel.(*)














