Banda Aceh. RU – Bappeda Kota Banda Aceh menggelar Musyawarah Rencana Aksi Perempuan dan Anak (Musrena) dengan melibatkan perempuan, anak, serta penyandang disabilitas untuk membahas lima isu strategis pembangunan 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bappeda, Jumat (27/02/2026), dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal.
Arah kebijakan tahun 2027 difokuskan pada peningkatan layanan infrastruktur dasar, optimalisasi sumber daya, serta penguatan kemitraan.
Illiza menyatakan kebijakan tersebut merupakan respons atas kebutuhan warga dalam meningkatkan kualitas hidup, memperkuat daya saing ekonomi, dan memastikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim.
“Oleh sebabnya kita harus berani menetapkan prioritas. Kita harus berani memilih mana yang paling mendesak, mana yang paling berdampak, dan mana yang benar-benar menjawab kebutuhan perempuan, anak dan disabilitas di Banda Aceh,” ujarnya.
Lima isu yang menjadi fokus meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan, pengembangan ekonomi berbasis inovasi dan sektor unggulan lokal, penguatan nilai Islami dan budaya, serta ketahanan lingkungan dan mitigasi risiko.
“Kelima isu ini menjadi kerangka utama dalam penyusunan prioritas pembangunan perangkat daerah. Dan saya ingin menekankan, kelima isu tersebut harus kita lihat dengan perspektif gender dan perlindungan anak,” tegasnya.
Ia berharap Musrena menghasilkan rekomendasi konkret dan terukur berbasis data lapangan sebagai bahan penyusunan RKPD 2027.(TA019)














