Kajari Abdya Lantik Tiga Kasi Baru

pelantikan kasi
Pelantikan tiga pejabat kepala seksi (kasi) baru di Kejari Abdya. (Foto: Dok Kejari Abdya)

Blangpidie. RU – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Barat Daya (Abdya), Kardono, melantik tiga Kepala Seksi (Kasi) baru di lingkungan kejaksaan setempat.

Upacara pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Serbaguna, pada Senin, 9 Februari 2026.

Adapun ketiga pejabat yang dilantik adalah Barry Sugiarto sebagai Kasi Intelijen.

Jabatan ini sempat kosong selama 11 bulan sejak ditinggalkan Joni Astriaman dan hanya diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

Selanjutnya Badrunsyah sebagai Kasi Tindak Pidana Umum (Pidum), menggantikan Fakhrul Rozi Sihotang yang kini bertugas di Kejari Sibolga.

Terakhir Leo Karnando Caniago sebagai Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus).

Dalam amanatnya, Kardono mengatakan pelantikan ini bukan sekadar rotasi struktural, melainkan pemberian amanah besar yang menuntut tanggung jawab moral dan hukum kepada masyarakat.

“Kepercayaan ini diberikan berdasarkan penilaian kemampuan dan integritas. Namun, kepercayaan harus dibuktikan dengan kinerja nyata di lapangan,” ujar Kardono.

Kardono memberikan instruksi khusus kepada masing-masing bidang. Di biding intelijen, ia meminta bekerja secara profesional, responsif, dan penuh kehati-hatian.

Pada bidang Pidum, Kardono mengingatkan agar menjaga wajah kejaksaan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga harus mengedepankan keadilan dan kecepatan penanganan perkara.

Untuk bidang Pidsus, ia menekan agar lebih berani dan tanpa kompromi dalam pemberantasan korupsi serta pemulihan keuangan negara. Kardono juga mewanti-wanti jajarannya agar tidak menyalahgunakan kewenangan.

Ia menuntut kepatuhan penuh terhadap nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa. 

“Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan wewenang maupun pelanggaran kode etik. Saya minta para Kasi menjadi pemimpin yang humanis namun tetap tegas dalam menjaga marwah institusi,” kata Kardono.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...