Aceh, Hukum  

Kisah Haru Safriati: Menyentuh Hati Anak Binaan di LPKA Kelas II Banda Aceh

Kisah Haru Safriati: Menyentuh Hati Anak Binaan di LPKA Kelas II Banda Aceh

Banda Aceh. RU – Dalam suasana haru yang menyentuh, Pj Ketua PKK Aceh, Hj. Safriati, tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan penampilan anak-anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh.

Dalam rangka memperingati Hari Ibu, acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh ini bukan hanya sekadar kegiatan formal, tetapi menjadi momen emosional yang menghubungkan hati antara pemimpin dan anak-anak yang sedang berjuang untuk memperbaiki diri.

Saat anak-anak binaan menyanyikan lagu “Aceh Lon Sayang” dengan penuh semangat, Hj. Safriati tidak dapat menahan rasa harunya. Ia bangkit dari tempat duduknya dan bergabung dengan mereka, merasakan kebahagiaan dan harapan yang terpancar dari wajah-wajah muda tersebut.

Setelah lagu pertama, mereka melanjutkan dengan lagu “Bunda”. Lagu Melly Goeslaw yang dipopulerkan oleh Potret. Suara merdu mereka menggema di ruangan, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan kasih sayang.

“Kalian luar biasa, sehat-sehat. Ganteng-ganteng semua,” ujarnya dengan penuh kasih.

Ia menekankan pentingnya melihat sisi positif dari situasi yang mereka hadapi dan berusaha untuk memperbaiki diri.

“Alhamdulillah, di dalam sini kalian mendapatkan pembinaan, insya Allah terbuka hati untuk menjadi lebih baik,” tambahnya.

Salah satu anak binaan, dengan penuh keyakinan mengungkapkan perasaannya.

“Saya merasa Allah sayang sama saya. Di sini saya memperkuat iman dan mempelajari ilmu agama, untuk masa depan saya di dunia dan di akhirat,” katanya.

Ungkapan ini mencerminkan harapan dan semangat yang ada di dalam diri mereka, meskipun berada dalam situasi yang sulit.

Hj. Safriati juga menekankan bahwa kegiatan di LPKA, seperti sekolah, mengaji dan kegiatan ekstrakurikuler, adalah bagian dari proses pembinaan yang penting.

“Kalian beruntung, jangan pernah berpikir negatif. Banyak orang di luar yang melakukan hal yang tidak semestinya tapi tidak mendapatkan pembinaan,” ujarnya.

Ia berharap anak-anak binaan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan meraih cita-cita mereka, termasuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dalam acara di hari Senin (25/11/2024) tersebut, juga diserahkan bibit pohon oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta pemeriksaan gigi gratis bagi anak-anak binaan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Ibu dan Anak. Semua kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan perhatian kepada anak-anak yang sedang berjuang untuk memperbaiki diri.

Kepala LPKA Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, menyebutkan bahwa saat ini terdapat 38 anak binaan yang mendapatkan pendidikan dan pembinaan secara rutin.

“Mereka butuh pendidikan. Insya Allah (pendidikan) terlaksana lancar tanpa kendala,” ujarnya.

Yusnaidi merinci, jika pada hari Senin hingga Rabu anak-anak binaan ikut program sekolah yaitu paket A, B dan C. Pada hari Kamis adalah kegiatan kerja sama stakeholder dan di hari Jumat kerjasama Kemenag.

“Sabtu Pramuka dan senam. Semua kegiatan itu rutin kita laksanakan. Ia berharap anak-anak binaan dapat keluar dari LPKA dengan ijazah dan bekal yang cukup untuk menghadapi masa depan.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...