Nurlis Effendi: Belum Ada Keputusan Final soal Bendera Aceh

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi. Sabtu 7 November 2026 [Dok. Biro Adpim Setda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh memastikan belum ada keputusan final dari Pemerintah Pusat terkait persoalan bendera Aceh.

Masyarakat diminta tidak terprovokasi informasi bohong yang berpotensi mengganggu kondusivitas daerah.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan komunikasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat masih berlangsung melalui koordinasi dan lobi lintas kementerian.

“Kabar tersebut tidak berdasar dan menyesatkan. Itu sarat kepentingan pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana politik serta merusak kondusivitas di Aceh,” kata Nurlis di Banda Aceh, Sabtu (07/11/2026).

Ia menegaskan, hingga kini belum ada keputusan akhir mengenai persoalan tersebut.

“Saat ini masih dalam pembahasan. Belum ada putusan final,” katanya.

Menurut Nurlis, Pemerintah Aceh saat ini memperjuangkan tiga persoalan strategis di tingkat pusat, yakni bendera Aceh, kelanjutan dana otonomi khusus (otsus), dan Lapangan Blang Padang.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) telah menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Mualem bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) juga berdiskusi dengan sejumlah menteri di Jakarta dengan melibatkan pimpinan dan anggota DPR Aceh.

Nurlis menyayangkan munculnya informasi palsu di tengah proses komunikasi tersebut karena dinilai dapat memecah persatuan masyarakat.

“Langkah manipulatif tersebut adalah upaya sistematis untuk memprovokasi keadaan. Tujuannya memecah belah persatuan rakyat, serta mengadu domba masyarakat dengan pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyebaran isu tersebut kontraproduktif ketika pemerintah daerah dan DPR Aceh sedang memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Di saat Pemerintah Aceh dan DPR Aceh sedang memperjuangkan bendera, dana otsus, dan lapangan Blang Padang, justru muncul orang tak bertanggung jawab melemparkan isu yang kontraproduktif. Itu tidak baik,” kecam Nurlis.

Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat, ulama, tokoh adat, pemuda, dan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi serta lebih cermat menyaring informasi di media sosial.

“Saat ini, pimpinan daerah sedang berjuang secara konstitusional dan bermartabat demi kepentingan seluruh rakyat Aceh,” katanya.(R10)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...