Banda Aceh. RU – Sebanyak 13 orang terluka dalam insiden di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu, 4 November 2026 yang lalu.
Menyikapi peristiwa tersebut, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Imbauan itu disampaikan Ruddi dalam konferensi pers bersama Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, serta Pj Sekda Aceh Taufik di Bandara Sultan Iskandar Muda, Jumat (06/11/2026).
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang. Percayakan penanganan ini kepada TNI dan Polri. Kami juga meminta masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat berujung pada pelanggaran hukum,” kata Ruddi.
Kapolda juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Abzalul Riza, warga Gampong Baro, Kecamatan Tiro.
Ia mengatakan, bersama Wakil Gubernur Aceh, dirinya telah menjenguk para korban pada 5 November 2026.
Dari 13 korban luka, sebanyak 11 orang dirawat di RSU Tgk. Abdullah Syafi’i Beureunuen dan dua lainnya di RSU Tgk. Chik di Tiro Sigli.
Empat dari 11 pasien di Beureunuen telah diperbolehkan pulang, sedangkan tujuh lainnya masih menjalani perawatan.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi para korban dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis secara optimal,” jelasnya.
Ruddi menegaskan, Polda Aceh terus berkoordinasi dengan TNI untuk menangani peristiwa tersebut secara profesional, transparan, dan humanis.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu provokasi dan mengganggu keamanan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Aceh atas kepedulian dan peran aktifnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita terus merawat kebersamaan dan memperkuat sinergi agar Aceh tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.(R10)













