Jalan Menuju Uning Bertih Terputus, Warga Pasang Jembatan Darurat

Tampak warga gotong royong memperbaiki jembatan darurat penghubung antar Desa yang terputus akibat intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Selasa 27 Oktober 2026 [Dok. Warga/rahasiaumum.com]

Redelong. RU – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bener Meriah, Minggu, 25 Oktober 2026, menyebabkan akses jalan penghubung antardesa di Kecamatan Wih Pesam terputus.

Kondisi ini mengganggu jalur utama warga, terutama masyarakat Dusun Uning Bertih yang bergantung pada akses tersebut untuk aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar.

Jalan yang terputus berada di perbatasan Kampung Wih Pesam dan Dusun Uning Bertih, dengan jalur menuju Desa Pante Raya.

Warga kini berupaya memasang jembatan darurat berbahan kayu agar akses tersebut dapat kembali dilalui.

Kepala Desa atau Reje Kampung Wih Pesam, Surahman, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi rahasiaumum.com.

”Benar, putusnya akses jalan tersebut perbatasan antara Wih Pesam dan Uning Bertih. Sekarang masyarakat sedang memasang jembatan darurat dari kayu yang baru,” kata Surahman rahasiaumum.com, Selasa (27/10/2026).

Menurut Surahman, akses tersebut sangat vital bagi warga.

Jika tidak segera diperbaiki, putusnya jalan dikhawatirkan menghambat kegiatan ekonomi dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Selain itu, jalan di Desa Geldok juga dilaporkan terputus pada malam sebelumnya.

”Di Geldok semalam juga terputus lewat Desa Pante Raya ke Uning Bertih,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera menangani kerusakan akses jalan tersebut, mengingat curah hujan di wilayah Bener Meriah masih tinggi.

Masyarakat juga diimbau berhati-hati dan menghindari jalur rawan hingga penanganan dilakukan.(BI09)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...