Redelong. RU – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Personel Kodim 0119/Bener Meriah melalui Koramil 03/Timang Gajah bersama warga membangun jembatan darurat di Kampung Gayo Setie, Kecamatan Gajah Putih, untuk memulihkan akses yang terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025.
Pembangunan jembatan alternatif tersebut dipimpin langsung Komandan Koramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur.
Dengan memanfaatkan batang-batang pohon pilihan dari sekitar lokasi, pengerjaan dilakukan secara cepat agar mobilitas warga dan aktivitas perekonomian tidak terus terhambat.
Komandan Koramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, mengatakan TNI AD bersama masyarakat bergotong royong membangun jembatan alternatif sebagai solusi sementara.

“Jembatan yang dibangun ini menjadi solusi cepat agar akses warga kembali terbuka,” kata Kapten Inf Takdir Anur, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Selasa (28/07/2026).
Ia menjelaskan, jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan permukiman dengan kawasan perkebunan warga.
Dalam waktu dekat, TNI bersama pemerintah juga akan membangun jembatan Bailey untuk memperlancar mobilitas masyarakat.
Salah seorang warga, Raskana, mengatakan jembatan penghubung itu mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.
“Kami warga sebelumnya kesulitan melewati jembatan ini. Banyak penduduk di dalam sana aktifitas berkebun, antar anak sekolah dan keluar masuk perkampungan. Jadi, kami sangat terbantu hadirnya bapak-bapak TNI yang berusaha payah membantu kami selaku warga membuat jembatan alternatif ini,” ungkap Raskana.
Sebelum jembatan darurat dibangun, kerusakan akses penghubung antardesa menghambat aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil perkebunan dan pertanian seperti kopi, pinang, kakao, serta komoditas lainnya.
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen atau jembatan Bailey mengingat jalur tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Meski dibangun secara manual dengan material sederhana, jembatan darurat itu menjadi bukti kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.(BI09)













