Akses Perkampungan Terputus, TNI Bersama Warga Bangun Jembatan Sementara

Belasan TNI dan warga bahu membahu bergotong royong membangun jembatan darurat di Kampung Gayo Setie, Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah. Selasa 28 Juli 2026 [Dok. rahasiaumum.com/BI09]

Redelong. RU – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Personel Kodim 0119/Bener Meriah melalui Koramil 03/Timang Gajah bersama warga membangun jembatan darurat di Kampung Gayo Setie, Kecamatan Gajah Putih, untuk memulihkan akses yang terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025.

Pembangunan jembatan alternatif tersebut dipimpin langsung Komandan Koramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur.

Dengan memanfaatkan batang-batang pohon pilihan dari sekitar lokasi, pengerjaan dilakukan secara cepat agar mobilitas warga dan aktivitas perekonomian tidak terus terhambat.

Komandan Koramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, mengatakan TNI AD bersama masyarakat bergotong royong membangun jembatan alternatif sebagai solusi sementara.

“Jembatan yang dibangun ini menjadi solusi cepat agar akses warga kembali terbuka,” kata Kapten Inf Takdir Anur, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Selasa (28/07/2026).

Ia menjelaskan, jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan permukiman dengan kawasan perkebunan warga.

Dalam waktu dekat, TNI bersama pemerintah juga akan membangun jembatan Bailey untuk memperlancar mobilitas masyarakat.

Salah seorang warga, Raskana, mengatakan jembatan penghubung itu mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

“Kami warga sebelumnya kesulitan melewati jembatan ini. Banyak penduduk di dalam sana aktifitas berkebun, antar anak sekolah dan keluar masuk perkampungan. Jadi, kami sangat terbantu hadirnya bapak-bapak TNI yang berusaha payah membantu kami selaku warga membuat jembatan alternatif ini,” ungkap Raskana.

Sebelum jembatan darurat dibangun, kerusakan akses penghubung antardesa menghambat aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil perkebunan dan pertanian seperti kopi, pinang, kakao, serta komoditas lainnya.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen atau jembatan Bailey mengingat jalur tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Meski dibangun secara manual dengan material sederhana, jembatan darurat itu menjadi bukti kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.(BI09)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...