Dugaan Pencemaran Air di Aceh Tamiang, Pertamina Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, saat memberi keterangan kepada media terkait dugaan pencemaran air. Selasa 27 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Pertamina EP Rantau Field melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saluran drainase dan sungai di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, menyusul laporan masyarakat mengenai perubahan warna air menjadi kehitaman.

Perusahaan juga mengambil sampel cairan untuk diuji di laboratorium independen guna memastikan penyebab perubahan warna tersebut.

Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan, perusahaan segera melakukan pemeriksaan lapangan setelah menerima informasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, mengenai dugaan pencemaran air sungai.

Tim perusahaan telah meninjau lokasi yang menjadi perhatian warga, termasuk memeriksa jaringan pipa, sumur, dan seluruh fasilitas operasi minyak dan gas bumi (migas) di sekitar wilayah Tanjung Seumentok.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kegiatan operasional Pertamina EP Rantau Field hingga saat ini berjalan dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya laporan maupun indikasi kebocoran minyak pada jaringan pipa dan fasilitas produksi yang telah diperiksa,” ujar Tomi, Selasa (27/10/2026).

Menurut Tomi, hasil pemeriksaan sementara belum menunjukkan adanya keterkaitan langsung antara kondisi fasilitas operasi perusahaan dan perubahan warna air yang dilaporkan masyarakat.

Untuk memastikan penyebabnya secara objektif, perusahaan telah mengambil sampel cairan dari lokasi yang menjadi sorotan warga dan menunjuk laboratorium independen untuk melakukan pengujian serta analisis lebih lanjut.

Langkah tersebut dilakukan agar hasil penelusuran didasarkan pada data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pertamina EP Rantau Field menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan, termasuk ketentuan mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Perusahaan juga akan terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, instansi lingkungan hidup, serta pemangku kepentingan terkait.

Proses pemeriksaan, menurut perusahaan, akan dilakukan secara transparan dan kooperatif.

Hasil akhir pemeriksaan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan keandalan operasi hulu migas.

Pertamina EP Rantau Field turut mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Warga yang menemukan kondisi tidak normal di sekitar fasilitas migas dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135 atau hotline bebas pulsa 0800-1800-123 untuk segera ditindaklanjuti.(S04)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...