MTQ XXXV Aceh Besar Resmi Dibuka, Berlangsung hingga 31 Oktober

Bupati H Muharram Idris saat membuka MTQ XXXV Kabupaten Aceh Besar 2026 di Lapangan Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro. Sabtu 24 Oktober 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Bupati Aceh Besar H Muharram Idris membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV tingkat Kabupaten Aceh Besar 2026 di Lapangan Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, Sabtu (24/10/2026) malam.

MTQ yang berlangsung hingga 31 Oktober 2026 itu diikuti 665 peserta dari 23 kafilah kecamatan.

Perlombaan digelar di sembilan arena dengan sembilan cabang, mulai dari tilawah, tahfiz, tafsir, hingga karya tulis ilmiah Al-Quran.

Dalam sambutannya, Muharram mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut, meski menghadapi kendala hujan yang menyebabkan lapangan sempat tergenang.

“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja maksimal, sehingga pembukaan MTQ malam ini dapat terlaksana dengan baik. Persiapan menghadapi kegiatan ini tidak mudah karena hujan terus mengguyur dan kondisi lapangan sempat tergenang. Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, kita dapat melaksanakan pembukaan sesuai rencana,” ujar Muharram.

Ia menegaskan, MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran.

“Kita ingin nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Al-Quran benar-benar tertanam dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran tidak hanya dibaca dengan suara yang indah, tetapi juga harus dipahami, dihayati, dan diamalkan demi mewujudkan Aceh Besar yang bertakwa, maju, dan bermartabat,” katanya.

Muharram berharap MTQ tersebut melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berkualitas untuk mewakili Aceh Besar pada tingkat provinsi dan nasional.

Ia juga meminta dewan hakim menjalankan tugas secara objektif, adil, dan transparan.

Pembukaan MTQ XXXV turut diisi pelantikan 95 dewan hakim, penyerahan piala bergilir dari juara umum sebelumnya, Kecamatan Darul Imarah, serta defile kafilah dari seluruh kecamatan.(*)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...