Polda Aceh Selidiki Dugaan Korupsi Dana PON 2024

Askhalani
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani.[Foto: Dok Pribadi/Rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Kepolisian Daerah Aceh mulai menyelidiki dugaan korupsi pengelolaan dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024.

“Dugaan penyimpangan tersebut berkaitan dengan pertanggungjawaban kegiatan pemusatan pelatihan daerah (pelatda) atlet dan pelatih untuk persiapan Aceh menuju PON dua tahun lalu,” ungkap sumber kepolisian, Selasa (20/10/2026).

Koordinator Gerakan Antikorupsi Aceh, Askhalani, mengungkapkan pihaknya sudah menyampaikan berkas dugaan korupsi pengelolaan barang dan aset PON XXI yang digelar di Aceh dan Sumatra Utara. Laporan itu sudah diserahkan kepada Polda Aceh April 2026 lalu. 

Dalam laporan dugaan korupsi itu, Gerak Aceh, kata Askhalani, melaporkan dugaan kerugian negara sebesar Rp 35,9 miliar dari dari total aset yang seharusnya dipertanggngjawabkan sebesar Rp 165,5 miliar.

Selain itu, kata Askhalani, pihaknya juga mendapati potensi kerugian negara akibat kelebihan saji hibah sebesar Rp 55,9 juta, kelebihan pembayaran perjalanan dinas sebesar Rp 55,9 juta, dan potensi kehilangan aset sebesar Rp 14,5 juta. 

Selain seorang bekas kepala dinas, dalam laporan itu, Askhalani juga mendorong kepolisian memeriksa Ketua Bidang Kesekretariatan, Bidang Promosi dan Pemasaran, Bidang Akomodasi, Bidang Pertandingan dan Bidang Peralatan PON XXI; Bendahara PB PON XXI; Pelaksana Pengurus Barang pada Bidang Pertandingan dan Bidang Transportasi; dan Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Bidang Peralatan. 

“Semua mereka diduga memiliki peran strategis dalam melakukan kontrol ketat terhadap seluruh aset,” kata Askhalani. 

Gerak Aceh juga, kata Askhalani, melaporkan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 11,2 miliar dari total Rp 44 miliar dana hibah yang dikelola oleh KONI Aceh. Selain sejumlah pejabat KONI Aceh, dugaan kejahatan ini juga melibatkan sejumlah pengusaha. 

“Mereka secara bersama-sama merancang dan turut serta melakukan berbagai kegiatan dengan memanfaatkan alokasi anggaran hibah yang bersifat fiktif,” kata Askhalani.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...