Tanggul Sungai Jebol, Banjir Rendam 15 Hektar Sawah dan Jalan Nasional

Tampak kondisi Jalan nasional Kutacane-Medan yang terendam banjir luapan Sungai Kisam. Minggu 11 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara sejak Jumat (9/10/2026) malam memicu banjir dan tanah longsor di tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan.

Bencana tersebut menyebabkan tanggul sungai jebol, lahan pertanian terendam, serta sejumlah ruas jalan terganggu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Mohd Asbi, melalui laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), menyebutkan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Ketambe, Lawe Bulan, Babussalam, dan Bambel.

“Petugas telah melakukan kaji cepat dan pendataan di lokasi terdampak. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan personel dan alat berat untuk membersihkan material longsor serta menangani dampak banjir,” demikian keterangan Asbi, Minggu (11/10/2026).

Di Kecamatan Ketambe, longsor di Desa Kati Maju menutup badan jalan nasional Kutacane–Blangkejeren sehingga memicu kemacetan panjang.

Sementara itu, luapan Sungai Lawe Bulan menyebabkan tanggul di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, jebol dan air menggenangi permukiman warga.

Di Kecamatan Bambel, tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan atau Lawe Kisam di Desa Lawe Kihing jebol sepanjang sekitar 50 meter.

Banjir juga merendam sekitar 15 hektar lahan pertanian di Desa Lawe Kihing, Bambel Gabungan, dan Terutung Seperai.

Selain itu, jalan nasional Kutacane–Medan di wilayah Desa Bambel Gabungan hingga Terutung Megara Asli terendam air setinggi 30–50 sentimeter.

Dampak banjir turut mengenai gudang logistik BPBD Aceh Tenggara dan fasilitas SMPIT Al Khansa.

Intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara juga dilaporkan hanyut terbawa arus.

Untuk penanganan darurat, BPBD mengerahkan satu unit ekskavator guna membersihkan material longsor di jalan nasional Kutacane–Blangkejeren.

Petugas juga membersihkan kayu gelondongan yang menghambat aliran air di jembatan Bailey Desa Pulo Latong, Kecamatan Babussalam, serta endapan lumpur di ruas jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung.

Penanganan tanggul jebol, pengerukan, dan normalisasi sungai turut dilakukan di Desa Lawe Kihing.

BPBD masih memantau dan mendata kondisi di sejumlah lokasi terdampak.

Hingga Minggu siang, air masih menggenangi sejumlah wilayah.

BPBD melaporkan belum ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat bencana tersebut.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...