Tanggul Jebol, Banjir Rendam Permukiman dan Rusak 50 Hektare Sawah

Tampak banjir merendam persawahan warga yang terdampak luapan air akibat tanggul jebol. Sabtu 26 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Tanggul Sungai Lawe Kisam jebol setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (26/09/2026) dini hari.

Luapan sungai merendam permukiman warga dan merusak sekitar 50 hektare sawah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara mencatat banjir berdampak terhadap 49 kepala keluarga atau 186 jiwa di empat kecamatan dan enam desa.

Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara Mohd. Asbi mengatakan, tanggul jebol terjadi di Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, Kecamatan Lawe Sumur.

“Untuk sementara air sudah mulai surut. Kami terus melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak, terutama di sekitar tanggul Sungai Lawe Kisam yang jebol,” kata Asbi.

Menurut Asbi, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak dini hari menyebabkan debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga meningkat.

Derasnya arus kemudian membuat tanggul jebol dan air meluap ke permukiman serta lahan pertanian warga.

“Alat berat sudah kami turunkan untuk penanganan tanggul yang jebol dan mengurangi risiko luapan air kembali ke permukiman,” ujarnya.

BPBD mengerahkan satu unit excavator ke lokasi untuk menutup tanggul yang jebol sekaligus mengeruk sungai.

Banjir juga merendam lahan pertanian.

Sekitar 40 hektare sawah di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitarnya terdampak.

Tanaman padi di lahan tersebut rata-rata berusia 45 hari setelah tanam.

Sementara di Desa Kisam Gabungan, sekitar 10 hektare sawah dengan tanaman padi berusia 40-45 hari turut terdampak.

Selain banjir, hujan juga memicu longsor di badan jalan nasional Kutacane-Blangkejeren, tepatnya di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe.

Longsor menutup badan jalan dan menyebabkan tiang listrik PLN tumbang.

Kondisi tersebut sempat menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah.

Banjir juga berdampak di Desa Terutung Seperai dan Pancar Iman, Kecamatan Bambel, serta Desa Maha Singkil, Kecamatan Bukit Tusam.

Hingga Sabtu siang, BPBD menyatakan air mulai surut. Petugas masih melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...