Jalan Jambak–Sikundo Putus Diterjang Banjir

Jalan Putus
Jalan Desa Jambak–Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat putus akibat diterjang banjir. (Foto: kiriman warga)

Meulaboh. RU – Jalan penghubung Desa Jambak dengan Desa Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, kembali putus akibat diterjang banjir.

Plt Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Beni Hardi, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pante Ceureumen dan sekitarnya menyebabkan debit air meningkat hingga meluap dan merusak badan jalan.

“Jalan yang putus berada pada ruas Jambak–Sikundo, tepatnya di lokasi ketiga yang sebelumnya sudah ditangani setelah putus akibat banjir sebelumnya,” ujar Beni dikutip Jumat (20/02/2026).

Ia menjelaskan, jalan tersebut sebelumnya baru dilakukan pembentukan badan jalan tanpa pengerasan, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

 “Seharusnya yang pertama dilakukan adalah penguatan tebing dengan membangun bronjong, kemudian dibarengi pembuatan badan jalan baru. Sebelumnya kita hanya membangun secara darurat,” katanya.

Meski demikian, Pemkab Aceh Barat melalui Dinas PUPR telah membuka jalur alternatif sementara agar masyarakat Desa Sikundo tidak kembali terisolasi.

“Kami membuat jalan baru dengan membelah gunung di dekat ruas Jambak–Sikundo. Namun jalur ini hanya bisa diakses kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” jelasnya.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...