BKSDA Turunkan Tim ke Ketol, Pantau Pergerakan Kawanan Gajah

Gajah Liar
Kawanan gajah liar merusak kebun warga di Kabupaten Aceh Tengah. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Takengon. RU – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menanggapi informasi mengenai keberadaan kawanan gajah liar yang mendekati permukiman dan merusak sejumlah rumah kebun warga di Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah.

“Kami sudah menerima informasi tersebut, dan saat ini tim Resort BKSDA Aceh juga sudah bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan,” kata Ujang dikutip Sabtu (29/8/2026).

Seperti diberitakan sebelumnya,  kawanan gajah liar dilaporkan berada di sekitar perkebunan warga. Bahkan, satu ekor gajah disebut berada sekitar 500 meter dari permukiman.

Keberadaan kawanan satwa dilindungi itu diketahui dari jejak tapak dan kotoran yang ditemukan di sekitar kebun warga.

Jumlahnya diperkirakan mencapai 10 ekor, meningkat dibandingkan sekitar tiga tahun lalu yang hanya terpantau dua ekor.

Kawanan gajah tersebut dilaporkan merusak sedikitnya lima rumah kebun milik warga dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi itu membuat pemerintah kampung mengimbau warga untuk sementara tidak beraktivitas di kebun guna menghindari risiko pertemuan langsung dengan kawanan gajah.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...